Buka menu utama

Perubahan

28 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
Karena sang Kaisar tidak mau hubungan gelapnya diketahui publik, maka untuk menyembunyikan fakta tersebut, anak hasil hubungan haram tersebut dipaksa memakai nama marga ibunya, yaitu "Wang" dalam mandarin atau "Ong" dalam Hokkien. Mereka adalah orang-orang China Benteng yang bermarga "Ong" dalam dialek Hokkien atau "Wang" dalam dialek Mandarin. Namun tidak semua orang China Benteng bermarga Ong adalah keturunan Aixinjueluo. Mereka yang merupakan keturunan sang Kaisar Qianlong kini mengggunakan nama Indonesia Wangsa Mulya /Wangsa Mulia.
 
Nama Wangsa Mulia sendiri berasal dari bahasa sanskerta, Wangsa (dinasti), dan Mulia (murni) apabila diterjemahkan ke bahasa inggris menjadi "Pure Dynasty". Sedangkan kata "Qing" dalam Empire of the Great Qingsendiri berarti "pure". Sehingga secara harafiah Wangsa Mulia berarti "Qing Dynasty".
Kebanyakan orang dari keluarga Wangsa Mulya dan keluarga marga Ong lainnya tidak menyadari kalau mereka adalah keturunan kekaisaran, namun bagimanapun juga darah dan napas Kekaisaran Qing Raya tetap mengalir pada diri mereka. Mereka hidup modern namun memegang teguh sifat ultra-konservatif seperti feodalisme dan menentanganti feminisme.
 
{{Orang Indo}}
Pengguna anonim