Akhudiat: Perbedaan revisi

1.338 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
menyunting data dan refrensi
(menyunting data dan refrensi)
(menyunting data dan refrensi)
Pada tahun 1973, puisinya berjudul ''Gerbong-gerbong Tua Pasar Senen'', mendapat juara II Lomba Penulisan Puisi versi Dewan Kesenian Surabaya.<ref name="akhudiat3"/> Karya dramanya, ''Jaka Tarub'' dan ''Rumah Tak Beratap'', memenangkan lomba naskah drama versi Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1974.<ref name="akhudiat3"/>
 
Karya terjemahan Akhudiat adalah: ''Fred'' karya Sherwood Anderson, yang kemudian diubah berjudul ''Kematian di dalam Hutan''., ''Sumur''- karya Agusto Cespedes, ''Model-'' karya Bernard Malamud, ''Apotek'' karya Anton Chekov, ''Kisah Pohon Abu'' karya Peter Handke, ''Benang Laba-laba'' karya RyanusukeRyonusuke Akutagawa, Pusat Teater Internasional Peter Brook, ''Raja Ubu'' karya Alfred Jarry, ''Jalan Tembakau'' karya Erskine Caldwell, serta drama absurd karya Samuel Beckett, ''Katastrof dari New Yorker''.
Terakhir Diat menerjemahkan drama absurd, “Drama tentang Drama” tulisan Samuel Beckett, yaitu Katastrof dari New Yorker, dengan sub-titel Untuk Vaclav Havel, Sastrawan, Presiden Ceko.
Salah satu cerpen Diat berulang kali disiarkan adalah “New York Sesudah Tengah Malam”, pertama kali dimuat di Majalah Horison, Oktober 1984. Karya tersebut diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Dede Oetomo, dosen Unair Surabaya, dengan New York After Midninght, dan dijadikan judul buku kumpulan sebelas cerpen Indonesia dari 11 cerpenis, merujuk pengalaman tinggal di Amerika Serikat serta pandangan mereka tentang Amerika. Buku tersebut disunting oleh Satyagraha Hoerip (Oyik), diterbitkan Executive Committee, Festival of Indonesia, USA, 1990-1991. Diterjemahkan lagi oleh John H. McGlynn, New York After Midninght, dimasukkan dalam kumpulan puisi, cerpen, dan esai tentang New York setelah mengalami tragedi 11 September 2001. Disunting McGlynn, diterbitkan Lontar, Jakarta, 2001, tiga bulan sesudah tragedi. Terjemahan McGlynn ini dimuat oleh majalah Persimmon, Asian Literature, Art and Culture, Volume III, November 1, Spring 2002, diterbitkan Contemporary Asian Culture, New York. Cerpen New York After Midninght berkisah tentang tiga kota: Jember 1960, New Yok 1975, dan Surabaya 1983, lewat dia narator mengalami semacam dejavu, hadir di suatu tempat atau situasi pertama kali tapi terasa sudah pernah hadir atau mengalami sebelumnya.
Menonton konser jazz lima Negro di PPIA Surabaya, seperti yang dialami ketika menonton grup Black Theatre Ensemble mementaskan jazz, tari, drama dengan tajuk Hi, I Can Cope di Village Theatre, Greenich Village, New York. Penari tunggal, lelaki hitam gundul, berkeringat, cuma bercawat, pada pembukaan dan penutup teater ensemble, terbayang penari Sardono W. Kusumo, imaji kelahiran manusia pertama yang purba. “Petualangan” dibawa lari subway dari bawah trotoar Jalan Kedelapan di Village, bagian selatan New York, sampai Jalan Keseratus Tiga Puluh Lima, di Harlem, bagian utara, adalah perwujudan dari pembacaannya ketika di Jember, di majalah Life, esai foto tentang penumpang sendirian di subway bertajuk New York After Midninght.
Dejavu yang pernah Akhudiat alami, ketika pertama kali di Wonokromo, jalan raya dari persilangan rel di selatan ke arah Kebun Binatang di utara tepian timurnya dilewati rel untuk gerbong langsir dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Trem Uap Wonokromo Ujung Perak. Jalan raya tengah kota dengan rel kereta api ini pernah Diat lihat (dalam mimpi) semasa masih di Yogya. (m. amir tohar). Tahun 1975 ia mengikuti [[Iowa International Writing Program]] di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.<ref name="akhudiat"/>
 
Salah satu cerpen Diat berulang kali disiarkan adalah “New York Sesudah Tengah Malam”, pertama kali dimuat di Majalah Horison, Oktober 1984. Karya tersebut diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Dede Oetomo, dosen Unair Surabaya, dengan New York After Midninght, dan dijadikan judul buku kumpulan sebelas cerpen Indonesia dari 11 cerpenis, merujuk pengalaman tinggal di Amerika Serikat serta pandangan mereka tentang Amerika. Buku tersebut disunting oleh Satyagraha Hoerip (Oyik), diterbitkan Executive Committee, Festival of Indonesia, USA, 1990-1991. Diterjemahkan lagi oleh John H. McGlynn, New York After Midninght, dimasukkan dalam kumpulan puisi, cerpen, dan esai tentang New York setelah mengalami tragedi 11 September 2001. Disunting McGlynn, diterbitkan Lontar, Jakarta, 2001, tiga bulan sesudah tragedi. Terjemahan McGlynn ini dimuat oleh majalah Persimmon, Asian Literature, Art and Culture, Volume III, November 1, Spring 2002, diterbitkan Contemporary Asian Culture, New York. Cerpen New York After Midninght berkisah tentang tiga kota: Jember 1960, New Yok 1975, dan Surabaya 1983, lewat dia narator mengalami semacam dejavu, hadir di suatu tempat atau situasi pertama kali tapi terasa sudah pernah hadir atau mengalami sebelumnya.
Ia bekerja di Humas Kantor Pusat IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Biro Sastra Dewan Kesenian Surabaya.<ref name="akhudiat"/>
 
Tahun 1975 ia mengikuti [[Iowa International Writing Program]] di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat.<ref name="akhudiat"/>
 
 
==Keluarga==
 
Akhudiat menikah dengan Mulyani pada 4 November 1974, mempunyai 3 anak: Ayesha (lahir pada 1975), Andre Muhammad (lahir pada 1976), dan Yasmin Fitrida (lahir pada 1978). Bersama keluarganya, Akhudiat sekarang tinggal di Surabaya.
333

suntingan