Buka menu utama

Perubahan

Perkembangan ajaran Mahayana di Indonesia pada umumnya terbagi atas dua yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Tridharma. Buddha Mahayana merupakan perpaduan sekte [[Zen]] dan sekte [[Sukhavati]] (unsur ke-Tiongkokannya masih kuat). Buddha [[Tridharma]] (Buddha [[Kelenteng]])yang ada di Indonesia adalah perpaduan Buddha Mahayana dengan [[Taoisme]] dan [[Konghucu]] ([[Konfusianisme]]), yaitu budaya Tionghoa tradisi ''[[Dao Jiao]]'', ''[[Run Jiao]]'', dan budaya lokal. Dimana pengembangnya antara lain [[Kwee Tek Hoay]], [[Khoe Soe Khiam]], [[Ong Kie Tjay]], dan [[Aggi Tje Tje]].
 
Pada tahun [[1978]], Bhikkhu-bhikkhu dari aliran Mahayana membentuk Sangha Mahayana Indonesia yang diketuai oleh Bhikkhu [[Dharmasagaro]]. Sangha Mahayana Indonesia inilah yang mencetuskan ide pembangunan Pusdikiat Buddha Mahayana Indonesia. Cita-cita Sangha adalah menyebarluaskan ajaran Buddha Mahayana di Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia serta menerjemahkan kitab-kitab suci agama Buddha ke dalam bahasa Indonesia.
 
===Perkembangan Vajrayana===
Pengguna anonim