Oeang Republik Indonesia: Perbedaan revisi

34 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Oeang Republik Indonesia''' atau '''ORI''' adalah [[mata uang]] pertama yang dimiliki [[Indonesia|Republik Indonesia]] setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
 
Resmi beredar pada [[30 Oktober]] [[1946]]{{fact|emisi pertama tahun 1945?}}, ORI tampil dalam bentuk [[uang kertas]] bernominal satu sen dengan gambar muka [[keris]] terhunus dan gambar belakang teks [[undang-undang]]. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu [[A.A. Maramis]]. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang [[Jepang]] dan uang [[Javasche Bank]] tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh [[Percetakan]] Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus.
 
Presiden [[Soekarno]] menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di [[Jogjakarta]] pada [[1 Januari]] [[1947]], Seri ORI III di Jogjakarta pada [[26 Juli]] [[1947]], Seri ORI Baru di Jogjakarta pada [[17 Agustus]] [[1949]], dan Seri [[Republik Indonesia Serikat]] (RIS) di Jakarta pada [[1 Januari]] [[1950]].