Buka menu utama

Perubahan

46 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
 
== Kehidupan Awal ==
'''Teuku Nyak Arief''' dilahirkan di [[Ulee Lheue, Meuraksa, Banda Aceh|Ulèë Lheue]], Kuta Raja[[Kutaraja]] (sekarang [[Banda
Aceh]]) tepatnya pada tanggal 17 Juli 1899. Ayahnya adalah seorang [[Ulèë Balang]] bernama Teuku Nyak Banta,
sedangkan ibunya bernama Cut Nyak Rayeuk. Kedudukan Ayah Teuku Nyak AriefBanta adalah
sebagai '''Panglima Sagi 26 Mukim''' (wilayah [[Aceh Besar]]). Teuku Nyak Arief merupakan
anak yang ke 3 dari 5 bersaudara, duaadapun diantaranyasaudara laki-lakikandung danTeuku tigaNyak perempuan,Arief adapunadalah sebagai berikut
saudara kandung Teuku Nyak Arief adalah sebagai berikut
::1. Cut Nyak Asmah.
::2. Cut Nyak Mariah.
::5. Teuku Mohd. Yusuf.
 
Teuku Nyak Arief bersekolah di Volksschool (Sekolah Rakyat) Kutaraja, beliau melanjutkan pendidikannya di Sekolah Raja [[Kweekschool]] di [[Bukit Tinggi]] dan kemudian Sekolah Pamongpraja [[OSVIA]] di [[Serang]] [[Banten]]. Sekolah ini khusus diadakan oleh Belanda untuk anak-anak Raja dan [[Bangsawan]] dari seluruh Indonesia.
 
==Masa Pergerakan Nasional==
Teuku Nyak Arief menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Rakyat (Volksschool)
Teuku Nyak Arief dikenal sebagai [[orator]] ulung walaupun selalu berbicara seperlunya
Kutaraja, beliau melanjutkan pendidikannya di sekolah Raja
saja. Sangat gemar membaca terutama yang menyangkut politik dan pemerintahan serta
[[Kweekschool]] di [[Bukit Tinggi]] dan kemudian pada pamongpraja [[OSVIA]] di [[Serang]]
[[Banten]]. Sekolah ini khusus diadakan oleh Belanda untuk anak-anak Raja dan
Bangsawan dari seluruh Indonesia.
 
Teuku Nyak Arief dikenal sebagai orator walaupun selalu berbicara seperlunya
saja. Sangat gemar membaca terutama menyangkut politik dan pemerintahan serta
mendalami pengetahuan Agama. Oleh sebab itu tidak mengherankan kalau dalam usia
muda Beliau telah giat dalam pergerakan.
Beliau diangkat menjadi ketua [[National Indische Partij]]cabang Kutaraja pada tahun 1919. Setahun kemudian (1920) Beliau menggantikan Ayahnya sebagai Panglima Sagi 26 Mukim. Kemudian di tahun 1927 Beliau diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat [[Volkraat]] sampai dengan tahun 1931.
 
Beliau diangkat menjadi ketua [[National Indische Partij]]cabang Kutaraja pada tahun 1919. Setahun kemudian (1920) Beliau menggantikan Ayahnya sebagai Panglima Sagi 26 Mukim. Kemudian di tahun 1927 Beliau diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat [[VolkraatVolskraat]] sampai dengan tahun 1931.
Teuku Nyak Arief merupakan salah seorang pendiri dan anggota dari fraksi
 
Nasional di Dewan Rakyat yang diketuai oleh [[Mohammad Husni Thamrin]]. Dalam berbagai kesempatan
Teuku Nyak Arief merupakan salah seorang pendiri dan anggota dari '''Fraksi Nasional''' di Dewan Rakyat yang diketuai oleh [[Mohammad Husni Thamrin]]. Dalam berbagai kesempatan yang diperolehnya ini Beliau banyak memberikan sumbangan dalam bentuk perjuangan
politik baik untuk kesejahteraan rakyat maupun kemerdekaan<ref>{{cite web
|title=Teuku Nyak Arif
|url=http://acehprov.go.id/images/stories/file/Pejuang/T%20Nyak%20Arief.pdf}}</ref>
 
Dalam menentang penjajahan Belanda di Aceh salah satu aksi yang pernah dilakukannya adalah memimpin gerakan dibawah tanah (tahun 1932).
dilakukannya adalah memimpin gerakan dibawah tanah (tahun 1932).
 
Teuku Nyak Arif aktif dalam kegiatan-kegiatan peningkatan [[pendidikan]] di Aceh, beliau bersama [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]] mendirikan Perguruan [[Taman Siswa|Perguruan Taman Siswa]] di Kutaraja pada tanggal 11 Juli 1937. Dalam kepengurusan lembaga yang diprakarsai oleh [[Ki Hajar Dewantara]] ini, T. Nyak Arif menjadi sekretaris dengan ketuanya [[Teuku Muhammad Hasan|Mr. Teuku Muhammad Hasan]].
 
Bersama Mr. T.M Hasan, beliau juga ikut mempelopori berdirinya organisasi '''Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh)''' yang bertujuan untuk membantu anak-anak Aceh yang cerdas tetapi tidak mampu untuk sekolah.
 
Pada tahun 1939 berdiri Persatuan Ulama Aceh, disingkat PUSA yang diketuai oleh Tengku[[Daud Beureu'eh|Teungku Daud BeureuhBeureu'eh]]. Pemuda-pemuda PUSA mengadakan hubungan dengan Jepang di Malaya
sejak 1940 sampai 1942. Kemudian Jepang mempergunakan PUSA untuk melemahkan Belanda di Aceh dengan segala jalan. Teuku Nyak Arif prihatin melihat langkah-langkah PUSA dan menganggapnya sebagai suatu kemunduran bagi pergerakan nasional.
 
325

suntingan