ConocoPhillips: Perbedaan antara revisi

1.065 bita dihapus ,  15 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Ditambah dengan investasi pada beberapa bisnis yang menjanjikan - teknologi bahan bakar, gas ke liquid, pembangkit listrik dan teknologi baru - yang menyediakan perkembangan kesempatan dimasa sekarang dan potensi perkembangan dimasa depan.
 
ConocoPhillips telah beroperasi di Indonesia lebih dari 40 tahun dan aset-asetnya terkonsentrasi pada dua area utama: Laut Natuna Barat (offshore) dan Sumatra Selatan (onshore).
 
ConocoPhillips Indonesia adalah salah satu leaseholder asing terbesar di Indonesia dengan izin eksplorasi dan produksi seluas 12.6 juta acre. Perusahaan ini mengoperasikan sembilan daerah operasi dan mempunyai non-operator interest pada dua PSC.
 
Dari sembilan daerah operasi, tiga daerah adalah kategori lepas pantai: South Natuna Sea Block B, Nila dan Ketapang. Enam daerah operasi didarat: Corridor TAC (Technical Assistance Contract), Corridor PSC, South Jambi ‘B,’ Sakakemang JOB (operasi bersama dengan co-venturer) di Sumatra Selatan, Block A PSC di Nangroe Aceh Darussalam dan Warim di Papua. ConocoPhillips juga memegang saham non-operator di Pangkah PSC lepas pantai Jawa Timur dan Banyumas PSC di daratan Jawa. Selama tahun 2005, perusahaan ini menjual sahamnya di Bentu dan Korinci-Baru PSC di Sumatra dan juga diberi hak konsesi di Amborip VI di laut Arafura, Papua..
51

suntingan