Tahun baru Jepang: Perbedaan revisi

140 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
k
+kalimat fukubukuro
k (perbaiki sedikit, ganti kategori)
k (+kalimat fukubukuro)
Tanggal [[1 Januari]] adalah [[hari libur]] resmi di Jepang, tapi kantor pemerintah dan perusahaan swasta tutup sejak tanggal [[29 Desember]] hingga 3 Januari. Bank dan lembaga perbankan tutup dari tanggal [[31 Desember]] hingga 3 Januari, kecuali sebagian [[ATM]] yang masih melayani transaksi.
 
Sampai tahun 1970-an, sebagian besar toko dan [[pedagang eceran]] di daerah [[Kanto]] tutup hingga tanggal [[5 Januari]] atau [[7 Januari]]. Perubahan gaya hidup dan persaingan dari toko yang buka 24 jam membuat kebiasaan libur berlama-lama ditinggalkan. Mulai tahun 1990-an, hampir semua mal dan pertokoan hanya tutup tanggal 1 Januari dan mulai buka keesokan harinya tanggal 2 Januari, tapi biasanya dengan jam buka yang diperpendek. Hari pertama penjualan barang (''hatsu-uri'') di pusat pertokoan dimeriahkan dengan penjualan [[Fukubukuro]] (kantong keberuntungan). Penjualan barang di semua mal dan pertokoan sudah normal kembali sekitar tanggal 4 Januari.
 
== Istilah ==
 
== Tradisi ==
Di zaman dulu, [[kalender Jepang]] didasarkan pada [[kalender Tionghoa]], sehingga orang Jepang merayakan tahun baru di awal [[musim semi]], bersamaan dengan [[Tahun baru Imlek]], [[Tahun baru Korea]], dan [[TetTết|Tahun baru Vietnam]]. Di tahun [[1873]], pemerintah Jepang mulai menggunakan [[kalender Gregorian]] sehingga tahun baru ikut dirayakan tanggal 1 Januari.
 
Di Jepang, penghormatan terhadap arwah leluhur dilakukan sebanyak dua kali, di musim panas sewaktu merayakan [[Obon]] dan di awal tahun baru. Sewaktu merayakan tahun baru, arwah leluhur dipercaya datang sebagai {{nihongo|Toshigami|年神||dewa tahun}} yang memberi berkah dan kelimpahan sepanjang tahun.
21.102

suntingan