Datuk: Perbedaan revisi

20 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
 
== Datuk di Minangkabau ==
'''Datuk''' dilafalkanyang dengandalam dialek [[Bahasa Minangkabau|Minang]] sebagaidilafalkan "Datuak", adalah merupakan gelar [[Adat Minangkabau|adat]] yang diberikan kepada seseorang melalui kesepakatan suatu kaum atau suku yang ada di Negeri [[Minangkabau]] (provinsi [[Sumatra Barat]] sekarang) dan selanjutnya disetujui sampai ke tingkat rapat adat oleh para tokoh pemuka adat setempat ([[Kerapatan Adat Nagari]] biasa disingkat dengan '''KAN'''). Gelar ini sangat dihormati dan hanya dipakai oleh kaum lelaki Minang yang akan atau telah menjadi [[pemangku adat]]/tokoh pemuka adat atau [[Penghulu]] (nama lain dari Datuk) bagi suatu suku atau kaum tertentu di Minangkabau. Dan sebelum gelar ini disandang seseorang, mesti dilakukan suatu upacara adat atau ''malewamalewakan gala'' ([[Bahasa Minang]]), dengan sekurangnya memotong seekor kerbau dan kemudian diadakan jamuan makan. Dan jika calon Datuk tersebut tidak mampu untuk mengadakan acara tersebut, maka dia tidak berhak untuk menyandang gelar Datuk tersebut.
Seseorang yang bergelar Datuk dapat juga disamakan dengan pemimpin suatu kaum atau suku dan gelar tersebut juga khusus untuk kaum atau suku tersebut, namun kadangkala ada juga gelar Datuk diberikan kepada seseorang (lelaki) hanya sebagai gelar kehormatan saja.
=== Gelar-gelar Datuk dalam Tradisi Minangkabau ===
Gelar Datuk tergantung pada masing-masing [[suku]] yang ada di Minangkabau. Berdasarkan tingkat status sosial dari gelar masing-masing Datuk dapat dilihat dari gelar kebesaran yang diikuti setelah gelar Datuk tersebut. Untuk gelar Datuk yang awal atau tertua biasanya terdiri dari satu suku kata dan berasal dari bahasa sansekerta, misalnya ''Datuak ketemanggungan''. Sedangkan bila terdiri dari dua kata atau lebih, biasanya dianggap gelar belahan atau pecahan, misalnya ''Datuak Parpatiah nan Sabatang''. Dan kemudian setelah masuknya pengaruh Islam, maka gelar Datuk ada diserap dari bahasa Arab.
Berikut daftar gelar Datuk yang utama dalam [[Tambo (Minangkabau)|tambo]] dan tradisi umum Wilayah Minang:
# Datuak Ketumanggungan
# Datuak Parpatiah nan Sabatang