Buka menu utama

Perubahan

663 bita ditambahkan, 8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
}}
{{perangtelukpersia}}
'''Perang Teluk Persia I''' atau '''''Gulf War''''' disebabkan atas [[Invasi Irak atas Kuwait]] [[2 Agustus]] [[1990]] dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai [[Kuwait]]. Emir Kuwait Syeikh [[Jaber Al Ahmed Al Sabah]] segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 [[Irak]] dengan nama ''Saddamiyat Al-Mitla`'' pada tanggal [[28 Agustus]] [[1990]], sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal [[3 Agustus]] [[1991]] dari pangkalan yang dirahasiakan (kemungkinan berada di [[Arab Saudi]].
 
== Latar belakang ==
Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan [[Iran]] dalam [[perangPerang Iran-Irak]]. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta [[Uni Emirat Arab]] yang dianggap [[Saddam Hussein]] sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas [[Ladang Minyak Rumeyla]] sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Irak juga terjerat utang luar negeri dengan beberapa negara, termasuk [[Kuwait]] dan [[Arab Saudi]]. Irak berusaha meyakinkan kedua negara tersebut untuk menghapuskan utangnya, namun ditolak. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan [[Inggris]] dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan [[Usmaniyah]] [[Turki]].
 
AkibatTengah invasimalam initanggal 2 Agustus 1990 Irak secara resmi menginvasi Kuwait, dengan membombardir ibu kota [[Kuwait City]] dari udara. Meskipun Angkatan Bersenjata Kuwait, baik kekuatan darat maupun udara berusaha mempertahankan negara, mereka dengan cepat kewalahan. Namun, mereka berhasil memperlambat gerak Irak untuk memaksa keluarga kerajaan Kuwait untuk meloloskan diri ke Arab Saudi, beserta sebagian besar tentara yang masih tersisa. Akibat invasi ini, [[Kuwait]] meminta bantuan [[Amerika Serikat]] tanggal [[7 Agustus]] [[1990]]. Sebelumnya [[Dewan Keamanan PBB]] menjatuhkan embargo ekonomi pada [[6 Agustus]] [[1990]].
 
Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara [[Bangsa Arab|Arab]] kecuali [[Syria]], [[Libya]] dan [[Yordania]] serta [[Palestina]]. Kemudian datang pula bantuan militer [[Eropa]] khususnya Eropa Barat ([[Inggris]], [[Perancis]] dan [[Jerman Barat]]), serta beberapa negara di kawasan [[Asia]]. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal [[Norman Schwarzkopf]] serta Jenderal [[Collin Powell]]. Pasukan negara-negara [[Bangsa Arab|Arab]] dipimpin oleh Letjen. [[Khalid bin Sultan]].
1.092

suntingan