Arkea: Perbedaan revisi

2.309 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (r2.7.1) (bot Menambah: frr:Uurbakteerien)
 
Istilah biologi, Arkea, harus tidak dikelirukan dengan frasa [[geologi]], [[eon]] '''[[Arkean]]''', yang juga dikenal sebagai Era '''Arkeozoik'''. Istilah kedua ini merujuk kepada zaman primordium dalam sejarah bumi ketika Arkea dan Bakteria merupakan organisme bersel yang tunggal di bumi. [[Fosil]]-fosil ini kemungkinan merupakan fosil [[mikroba]] yang berasal dari 3,8 juta tahun yang lalu.
 
==Metanogen==
Arkea metanogen adalah golongan arkea yang hidup di lingkungan yang mengandung metana. Genus yang umum dipelajari dari golongan ini adalah Methanobacterium, Methanocaldococcus, dan Methanosarcina. Habitat dari arkea metanogen sangat beragam diantaranya terdapat di sedimen anoksik, saluran pencernaan hewan, endosimbion dengan [[protozoa]], fasilitas biodegradasi buatan, dan sumber geotermal. Arkea metanogen bersifat anaerob, mesofilik, dan biasanya ditumbuhkan pada garam mineral.
 
===Substrat===
Seluruh substrat dari arkea metanogen tidak ada yang menyerupai substrat umum seperti glukosa, bahan organik, dan asam lemak. Tetapi tidak berarti glukosa tidak dapat dikonversi. Substrat arkea metanogen antara lain karbon dioksida, asetat, dan metil. Arkea dapat menguraikan asetat menjadi karbon dioksida dan metana. Karbon dioksida direduksi menjadi metana dengan hidrogen sebagai donor elektron. Arkea juga dapat mereduksi metanol dengan hidrogen sebagai penyumbang elektron. Jika tidak ada hidrogen, metanol dioksidasi menjadi karbon dioksida menghasilkan elektron yang diperlukan untuk proses reduksi molekul lain.
 
===Koenzim===
Pada arkea ditemukan adanya koenzim baru dan unik, yaitu:
* Metanofuran, berperan pada tahap awal metanogenesis. Metanofuran mengandung lima cincin furan dan nitrogen amino yang mengikat karbon dioksida.
* Metanopterin. Koenzin yang memiliki struktur menyerupain asam folat ini menjadi pembawa C1 pada tahap intermediat reduksi karbondioksida menjadi metana.
* Koenzim M CoM. Merupakan molekul kecil yang berperan dalam tahap akhir konversi CH<sub>3</sub> menjadi metana.
* Koenzim F 430, menjadi bagian dari komplek enzim metil reduktase.
* Koenzim F 420 yang merupakan koenzim redoks. Koenzim ini merupakan derivat flavin karena memiliki struktur menyerupai koenzim flavin. Koenzim ini berperan sebagai donor elektron pada beberapa tahap reduksi karbondioksida. Bentuk teroksidasi dari koenzim F 420 dapat menyerap cahaya dengan panjang gelombang 420nm dan fluoresensi hijau biru.
* Koenzim B CoB yang merupaka koenzim redoks. Koenzim ini memiliki molekul sederhana 7-merkaptoheptanoil-treoninfosfat yang strukturnya menyerupai vitamin asam pantotenat yang merupakan bagian dari asetil KoA. Koenzin ini berperan sebagai donor elektron dalam metanogenesis.
 
== Pranala luar ==
802

suntingan