Pelapisan wajan besi: Perbedaan revisi

1.432 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
 
Bahan untuk pelapisan wajan:
# Menggunakan lemak padat hewani (''lard'') atau ''butter''. Lard berasal dari lemak babi, tidak bisa dipakai untuk kaum muslim, yahudi dan vegetarian.
# Menggunakan minyak nabati. Untuk pelapisan biasaya digunakan [minyak kelapa], [minyak sawit],[minyak kacang], [minyak jagung], [minyak kanola], [minyak zaitun] dan minyak [flax] (''flaxseed oil''). Minyak flax yang dipakai harus yang digunakan untuk makanan, karena minyak flax juga digunakan untuk bahan baku cat.
 
==Metode==
Ada berbagai metode penggunaan pelapisan yang dikenal.
Jika peralatan masak baru dibeli, pastikan bahwa lapisan pelindungnya dibersihkan dulu menurut instruksi produknya. Ada yang dipanaskan sampai wajan berwarna abu-abu, ada juga yang digosok dengan serat baja sampai catnya terkelupas, lalu dicuci dengan sabun dan kemudian dibilas dengan air
=== Cara 1. ===
Cara ini adalah cara cepat. Panaskan panji sampai panas yang ditandai dengan jika air diteteskan akan hilang segera, lalu oleskan minyak nabati dengan menggunakan kain atau towel paper membentuk lapisan tipis, asap akan keluar pada proses ini. Usahan agar pengolesan minyak merata di permukaan dalam wajan<ref>http://www.youtube.com/watch?v=U0hNrVQf5bY</ref>. Lalu biarkan sampai dingin. Ulangi beberapa kali, setidaknya 3 kali. Wajan telah bisa digunakan jika telah berhasil menggoreng telur mata sapi dengan hanya sedikit lengket. Proses tersebut bisa diulangi berulang kali, terutama jika permukaan wajan menjadi abu-abu karena digosok setelah lengket. Semakin lama wajan digunakan maka warnanya akan berubah menjadi hitam dan licin yang disebut sebagai patina. Wajan yang memiliki patina ini dimiliki oleh restoran yang menghasilkan hidangan yang lezat.
Cara 2.
Cara 3.
815

suntingan