Pseudopigrafa: Perbedaan antara revisi

945 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:D5058110e5.jpg|thumb|right|250px|Potongan [[kitab Henokh]], salah satu kitab pseudopigrafa]]
'''Pseudopigrafa''' merupakan suatu tulisan yang samar-samar yang tidak masuk ke dalam [[kanon]] dan juga dalam [[apokrifa]].<ref name="Douglas"> J.D.Douglas. 1996. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini: Jilid II. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih. Hlm 275-277.</ref> Para penulis kitab pseudopigrafa ini biasanya memakai nama orang yang terkenal untuk dijadikan nama penulis kitab atau surat yang dibuatnya.<ref name="Ehrman"> Bart D. Ehrman. 2000. The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings. Hlm 341.</ref> Para penulis kitab-kitab pseudopigrafa menggunakan nama samaran atau nama alias.<ref name="Douglas"/> Tulisan pseudopigrafa ini ditulis oleh sekelompok orang Yahudi.<ref name="Buttrick"> George Arthur Buttrick. 1962. The Interpreter's Dictionary of Bible. Nashville: Abingdon. Hlm 960-963.</ref><ref name="Coggins"> R.J.Coggins. 1990. A Dictionary of Biblical Interpretation. London: SCM. Hlm 564-568.</ref> Tulisan-tulisan pseudopigrafa ini sangat penting karena menjelaskan mengenai latar belakang Yahudi di masa [[Yunani]] dan [[Romawi]].<ref name="Douglas"/> Tulisan-tulisan pseudopigrafia ini muncul pada tahun 250 Sebelum Masehi sampai 200 Masehi.<ref name="Freedman"> David Noel Freedman. 2000. Dictionary of the Bible. Grand Rapids, Michigan: Wm B. Eerdmans. Hlm 1096-1097.</ref>
 
== Persoalan Istilah ==
Kata 'pseudopigrafa' berasal dari kata Yunani ψευδεπίγραΦος (''pseudepigraphos'') dan digunakan pertama kali oleh [[Serapion dari Antiokhia]], seorang penulisn Kristen pada abad permulaan abad kedua. Selanjutnya digunakan kata Τά ψευδεπίγραΦα yang merujuk kepada tulisan-tulisan kekristenan mula-mual. Secara harafiah, istilah ini merujuk kepada tulisan-tulisan yang penulisnya tidak diketahui dengan pasti. Hasil identifikasi para pakar kemudian menemukan bahwa banyak dari tulisan-tulisan yang masuk dalam kanon, baik kanon Yahudi maupun Kristen, dan tulisan-tulisan apokrifa tidak diketahui penulisnya. Salah satu contoh dari kitab tersebut adalah kitab Daniel. Kitab-kitab yang tergolong [[apokrifa]] bisa juga merupakan kitab-kitab pseudopigrafa. Sakalipun demikian, secara umum, pseudopigrafa merujuk kepada tulisan dari abad kedua Sebelum Masehi hingga abad kedua Masehi yang tidak masuk ke dalam kanon.
 
== Latar belakang ==
882

suntingan