Eskatologi menurut Surat-surat Deutero Pauline: Perbedaan antara revisi

tidak ada ringkasan suntingan
k (memindahkan Eskatologi Paulus Menurut Surat-surat Deutero Pauline ke Eskatologi menurut Surat-surat Deutero Pauline: Para ahli Biblika meyakini bahwa surat-surat deuteropauline bukanlah tulisan Paulus yang asli, sehingga teologi yang tergamba...)
Tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:PaulT.jpg|thumb|''Paulus sedang menulis surat-suratnya'', Abad 16 (''Blaffer Foundation Collection'', [[Houston]], [[Texas]]).]]
 
'''Eskatologi menurut surat-surat deutero Pauline''' merupakan gagasan [[Eskatologieskatologi]] [[Paulusyang dariada Tarsus|Paulus]]di menurutdalam surat-surat deutero[[deuteropauline]]. PaulineSurat-surat merupakanini gagasandiyakini teologissebagai karya orang-orang Kristen yang mengatasnamakan Paulus mengenaisebagai eskatologipengirimnya. Beberapa dari surat-surat ini yang ada di dalam surat-suratkanon deuteroPerjanjian PaulineBaru adalah, (Kolose, Efesus, 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, dan Titus).<ref name="Douglas">{{id}}J. D. Douglas. 1982. Ensklopedia Alkitab Masa Kini. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. Hlm. 286.</ref> Eskatologi Paulus dalam Surat-surat Deutero Pauline ini yang berbeda dengan pandangan eskatologi yang dikemukakan oleh [[Paulus dari Tarsus|Paulus]] dalam surat-surat lain yang ditulisnya.<ref name="Douglas"/> Dalam surat-surat [[Pauline]], pandangan mengenai eskatologi ditekankan dalam hal berapa lamanya orang harus menantikan ''[[parousia]]''.<ref name="Douglas"/> Halsementara ini berbeda dengan penekanan eskatologi Paulusitu, dalam surat-surat deutero Pauline sebab pandangan mengenaiDeuteropauline eskatologi dalam surat-surat deutero Pauline ini digambarkan Paulus sebagai wujud kepastian iman yang menjadi suatu pengharapan dalam kehidupan dan bagaimana sikap orang terhadap ''parousia'' serta sikap iman terhadap parousia yang mempunyai arti bagi kehidupan saat ini.<ref name="Douglas"/>
 
== Eskatologi Surat Efesus ==
 
Menurut [[surat Efesus]], keselamatan eskatologis bukanlah terletak di depan, melainkan terdapat di atas.<ref name="Beyer">{{id}}Wrich Beyer. 2000. Garis-garis Besar Eskatologi Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 55-62.</ref> Kristus telah melintasi semua petala langit untuk memenuhkan segala sesuatu (Ef. 4:10).<ref name="Beyer"/> Gambaran mengenai keselamatan yang terdapat di atas juga terlihat dari ungkapan di dalam surat Efesus yang menggambarkan Yesus sebagai kepala.
== Gagasan Teologis Paulus Mengenai Eskatologi Dalam Surat-surat Deutero Pauline ==
[[Eskatologi]] berasal dari bahasa [[Yunani]], ''eskhatos'' yang berarti 'terakhir' atau masa yang akan datang.<ref name="Douglas"/> Ajaran [[Alkitab]] tentang eskatologi tidak hanya mempedulikan nasib orang secara perseorangan, tapi juga sejarah manusia.<ref name="Douglas"/> Menurut [[Alkitab]], [[Allah]] tidak hanya menyatakan diri-Nya melalui orang-orang yang mendapat ilham, tapi juga dalam dan melalui peristiwa-peristiwa yang membebaskan umat-Nya dan peristiwa terpenting dari semuanya ialah kedatangan Anak-Nya [[Yesus Kristus]].<ref name="Douglas"/> Dalam hal ini [[Paulus dari Tarsus|Paulus]] juga memiliki pemikiran mengenai eskatologi yang terdapat dalam surat-surat deutero Pauline.<ref name="Douglas">{{id}}J. D. Douglas. 1982. Ensklopedia Alkitab Masa Kini. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. Hlm. 286.</ref>
 
Menurut [[Paulus dari Tarsus|Paulus]], eskatologi tidak hanya merupakan pandangan terhadap sejarah keselamatan, melainkan menentukan seluruh hidup orang kristiani.<ref name="Beyer"/> Dan eskatologi Paulus bukan suatu ramalan apokaliptis, melainkan suatu pemahaman Injil.<ref name="Beyer"/> Maka pengharapan Paulus mengarah kepada segala kepastian iman yang merupakan suatu pengharapan bukan soal berapa lamanya orang harus menantikan parousia tetapi bagaimana sikap orang terhadap parousia.<ref name="Beyer"/> Dan bukan hanya sikap terhadap parousia sebagai fakta yang akan datang, melainkan sikap iman terhadap ''parousia'' yang mempunyai arti hidup sekarang.<ref name="Beyer"/>
 
[[Iman]] yang hidup dalam ketegangan antara “sudah dan belum” dengan sendirinya berbentuk pengharapan yang menantikan penggenapan segala janji teguh yang sudah genap dalam sejarah Yesus Kristus.<ref name="Beyer"/> Namun, disadari bahwa penggenapan dalam kemuliaan belum terlihat dan orang yang menaruh kepercayaan kepada Yesus sudah memperoleh keselamatan eskatologis.<ref name="Beyer"/> Dan keselamatan yang sudah diterima harus terwujud dalam perilaku hidup di dunia.<ref name="Beyer"/> Dengan demikian, gagasan teologis Paulus mengenai eskatologi berdasarkan surat-surat deutero Pauline meliputi: [[keselamatan]] yang terdapat di atas, kejadian yang akan datang, ke-Tuhan-an Yesus Kristus, peranan sakramen-sakramen dan jabatan gereja.<ref name="Beyer"/>
 
=== Keselamatan yang Terdapat di atas ===
Menurut [[surat Efesus]], keselamatan eskatologis bukanlah terletak di depan, melainkan terdapat di atas.<ref name="Beyer"/> Kristus pada waktu peninggian-Nya telah melintasi semua petala langit untuk memenuhkan segala sesuatu (Ef. 4:10).<ref name="Beyer"/> [[Kristus]] dilantik menjadi kepala atas segala kuat kuasa, atas seluruh [[kosmos]] (1:20-21) serta atas jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (1:23, bnd. Juga 5:23). Kejadian ini besar akibatnya bagi jemaat, tubuh Kristus yang adalah kepala (4:15-16).<ref name="Beyer"/> “Tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (4:13) bisa dicapai oleh jemaat, jika dihimpun dan dituntun oleh-Nya ke arah Diri-Nya menuju kedewasaan penuh” (4:13).<ref name="Beyer"/> Dengan demikian, Kristus titik tolak, ruang dan tujuan untuk gerakan ke arah Dia yang berada di atas sebagai Kepala atas segala sesuatunya.<ref name="Beyer">{{id}}Wrich Beyer. 2000. Garis-garis Besar Eskatologi Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 55-62.</ref>
Berdasarkan pemikiran ini, dapat dikatakan bahwa Kristus yang telah membangkitkan jemaat, sudah memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di [[Surga|sorga]] (2:6).<ref name="Beyer"/> Orang [[Kristen]] sebagai warga sorga sudah mendiami wilayah dunia atas.<ref name="Beyer"/> Tetapi amanat tersebut masih terus diperlukan oleh mereka, agar mereka melakukan hidupnya di dunia ini, sesuai dengan sifat baru di dalam Yesus Kristus.<ref name="Beyer"/>
== Eskatologi Surat 2 Tesalonika ==
 
=== Kejadian yang Akan Datang ===
[[Berkas:Minuscule 699 GA folio 41v.jpg|thumb|left|220px|Halaman pertama surat kepada Titus]]
Menurut [[surat 1 Tesalonika]], kedatangan [[hari Tuhan]] itu tanpa peringatan.<ref name="Hakh">{{id}}Samuel Benyamin Hakh. 2010. Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar dan Pokok-pokok Teologisnya. Bandung: Bina Media Informasi, 2010. Hlm. 237, 244.</ref> Kedatangannya seperti “pencuri pada malam” (1 Tes. 5:1-3).<ref name="Hakh"/> Sedangkan, dalam [[surat 2 Tesalonika]] akan ada beberapa peristiwa yang terjadi sebelum tibanya hari Tuhan itu (2 Tes. 2:1-12).<ref name="Hakh"/> Terhadap perbedaan ini, kita dapat mengatakan bahwa bagi orang yang bukan [[Kristen]], kedatangan [[hari Tuhan]] yang tanpa tanda-tanda itu hanya untuk orang yang tidak percaya.<ref name="Hakh"/> Bagi orang beriman, hal seperti itu tidaklah mengherankan dan mereka dapat melihat sejumlah peristiwa sebagai peringatan akan tibanya hari Tuhan.<ref name="Hakh"/>
 
Dalam [[surat 12 Tesalonika]], [[Paulusdikatakan daribahwa Tarsus|Paulus]]akan mengharapkanada kedatanganbeberapa peristiwa yang terjadi sebelum tibanya [[hari Tuhan]] itu pada masa hidupnya (12 Tes. 42:15, 171-12).<ref name="Hakh"/> SedangkanMenurut dalam [[surat 2 Tesalonika]]ini, [[Pauluspara daripengikut Tarsus|Paulus]]Yesus mengemukakanakan bahwamelihat akan adasejumlah peristiwa-peristiwa yangini terjadisebagai sebelumperingatan kedatanganakan itutibanya dan mengundurkan waktu kedatanganhari Tuhan itu lebih ke depan.<ref name="Hakh"/> TerhadapIni perbedaansangat ini,berbeda beberapadengan ahli mengatakan bahwa penuliseskatologi surat ini1 tidakTesalonika lagiyang mengharapkandiyakini harisebagai Tuhantulisan ituasli segeradari tiba,Paulus. walaupundalam iasurat masihini tetapdisebuttkan mengharapkanbahwa kedatangan itu[[hari tetapTuhan]] terjadi”itu (2tanpa Tes. 2:7)peringatan.<ref name="Hakh"/>{{id}}Samuel SementaraBenyamin ituHakh. 2010. Perjanjian Baru: Sejarah, iaPengantar menentangdan orangPokok-orangpokok yangTeologisnya. menyatakanBandung: bahwaBina [[hariMedia Tuhan]]Informasi, itu2010. telahHlm. tiba237, 244.</ref> Kedatangannya seperti “pencuri pada malam” (21 Tes. 25:1-23).<ref name="Hakh"/>
Menurut [[surat 2 Tesalonika]], dalam penghakiman terakhir umat [[Kristen]] yang tertindas dan teraniaya akan memperoleh ganjaran, sedangkan para penindas dan penganiayanya justru akan dihukum dalam kebinasaan kekal (1:5-10).<ref name="Subandrijo"/> Allah akan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Dia dan tidak menaati [[Injil]] Yesus.<ref name="Subandrijo"/> Semua itu akan terjadi pada [[hari Tuhan]], ketika Yesus dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya.<ref name="Subandrijo">{{id}}Bambang Subandrijo. 2010 Menyingkap Pesan-pesan Perjanjian Baru 1. Bandung: Bina Media Informasi, 2010. Hlm. 176.</ref>
Sekalipun [[hari Tuhan]] merupakan hari pembalasan, namun jemaat diingatkan agar mereka tidak gelisah dan dibingungkan oleh pemberitaan bahwa hari Tuhan itu telah tiba, baik yang disampaikan melalui perkataan maupun surat yang dikatakan dari para rasul.<ref name="Jacobs"/> Sebab kedatangan hari Tuhan akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu kedatangan kemurtadan dan manusia durhaka (yang disebut: ''parousia'' si pendurhaka) sebagai manifestasi kuasa Iblis, yang kelak bersama para pengikutnya akan dibinasakan (2:1-12).<ref name="Jacobs">{{id}}Tom Jacobs. 1992. Paulus: Hidup, Karya dan Teologinya. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 277.</ref>
 
==Eskatologi Surat Kolose==
SementaraSalah itusatu penekanan eskatologi dalam [[surat Kolose]] pasaladalah 3keberadaan ayatdari 14orang-orang memanggilyang merekatelah yangmeninggal. sudahMenurut surat Kolose, orang-orang ini akan dibangkitkan bersama dengan Kristus, agardan dipanggil untuk hidup kudus, mencari'memikirkan “perkaraperkara yang di atas, di mana Kristus ada”ada.' (ayat 1).<ref name="Beyer"/> Surat ini Selanjutnyajuga dikatakanmenegaskan kepadabahwa jemaatorang-orang Kolose:yang “sebabpercaya kamukepada telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan [[Kristus]]keselamatan di dalam [[Allah]].<ref name="Beyer"/> Apabila Kristus, yangakan adalahdibangkitkan hidupdalam kita, menyatakan diri kelak, kamu pun menyatakan dirikemuliaan bersama-sama dengan DiaKristus dalamkelak. kemuliaan: (ayat 3-4).<ref name="Beyer"/> [[Surat Efesus]] yang berdekatan dengan surat Kolose juga berbicara tentang orang Kristen yang telah dimateraikan menjelang hari penyelamatan (4:30).<ref name="Beyer"/>
 
==Eskatologi Surat-surat Pastoral==
Surat-surat Pastoral yang menggambarkan cara hidup orang [[Kristen]] di [[dunia]] ini (bnd. 1 Tim. 2: 2), mengandung juga catatan-catatan tentang hari ''parousia'' (bahasa apokalyptis, bnd. 1 Tim. 6:14; 2 Tim. 2:12, 18; Tit. 2:13).<ref name="Beyer"/> [[Surat Titus]] berbicara mengenai orang Kristen yang merupakan “orang-orang yang berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan” (3:7).<ref name="Beyer"/> Namun, surat-surat tersebut tidak memberi kesan mengenai hal itu. Karena dalam surat-surat pastoral kedatangan itu tidak begitu ditekankan.<ref name="Hakh"/> Eskatologi yang futuris diturunalihkan terus, tetapi kurang jelas bagaimana pengaruhnya terhadap eksistensi orang Kristen saat ini.<ref name="Beyer"/> Berkenaan dengan itu, jika diperhatikan kata Yunani yang aslinya digunakan sebagai istilah untuk penampilan [[Yesus Kristus]] pada hari kiamat (epifaneia, bnd. 2 Tes. 2:8), sekarang dalam 2 Timotius 1:10 yang dimaksudkan adalah kedatangan historis-Nyahistorisnya ([[inkarnasi]]).<ref name="Beyer"/>
Sementara itu dalam [[surat Kolose]] pasal 3 ayat 14 memanggil mereka yang sudah dibangkitkan bersama dengan Kristus, agar mencari “perkara yang di atas, di mana Kristus ada” (ayat 1).<ref name="Beyer"/> Selanjutnya dikatakan kepada jemaat Kolose: “sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan [[Kristus]] di dalam [[Allah]].<ref name="Beyer"/> Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan: (ayat 3-4).<ref name="Beyer"/> [[Surat Efesus]] yang berdekatan dengan surat Kolose juga berbicara tentang orang Kristen yang telah dimateraikan menjelang hari penyelamatan (4:30).<ref name="Beyer"/>
Surat-surat Pastoral yang menggambarkan cara hidup orang [[Kristen]] di [[dunia]] ini (bnd. 1 Tim. 2: 2), mengandung juga catatan-catatan tentang hari ''parousia'' (bahasa apokalyptis, bnd. 1 Tim. 6:14; 2 Tim. 2:12, 18; Tit. 2:13).<ref name="Beyer"/> [[Surat Titus]] berbicara mengenai orang Kristen yang merupakan “orang-orang yang berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan” (3:7).<ref name="Beyer"/> Namun, surat-surat tersebut tidak memberi kesan mengenai hal itu. Karena dalam surat-surat pastoral kedatangan itu tidak begitu ditekankan.<ref name="Hakh"/> Eskatologi yang futuris diturunalihkan terus, tetapi kurang jelas bagaimana pengaruhnya terhadap eksistensi orang Kristen saat ini.<ref name="Beyer"/> Berkenaan dengan itu, jika diperhatikan kata Yunani yang aslinya digunakan sebagai istilah untuk penampilan [[Yesus Kristus]] pada hari kiamat (epifaneia, bnd. 2 Tes. 2:8), sekarang dalam 2 Timotius 1:10 yang dimaksudkan adalah kedatangan historis-Nya ([[inkarnasi]]).<ref name="Beyer"/>
Dalam 1 Timotius 6:14; 2 Timotius 4:1,8 dan Titus 2:13 mengemukakan bahwa [[Kristus]] datang kelak, sedangkan 2 Timotius 1:10 mengingat pada masa hidup-Nyahidupnya di Palestina.<ref name="Beyer"/> Eskatologi, menurut pengertian ini terdiri dari 3 fase: ''Parousia'' yang pertama pada masa lampau, ''parousia'' yang kedua pada masa yang akan datang dan parousia yang ketiga pada masa kini. Dan ''parousia'' yang ketiga ini kurang jelas sifat eskatologisnya.<ref name="Beyer"/> Dengan demikian, surat ini mengutamakan keselamatan yang sudah terwujud kini, tetapi hubungannya yang hakiki dengan masa depan kurang dijelaskan.<ref name="Beyer"/>
Namun, dalam surat-surat pastoral, terdapat dua perikop yang membicarakan tanda-tanda persiapan.<ref name="Beyer"/> Dalam 1 Timotius 4:1 mengatakan bahwa Roh dengan tegas menubuatkan bahwa pada “waktu-waktu kemudian” ada orang-orang yang akan murtad.<ref name="Beyer"/> Walaupun tidak dapat hubungan khusus dengan ''parousia'', tetapi tidak dapat dielakkan bahwa kata-kata itu mempunyai pengertian yang bersifat eskatologis.<ref name="Beyer"/>
Nubuat yang serupa terdapat dalam 2 Timotius 3:1 dst, dalam perikop tersebut diberikan daftar mengenai macam-macam orang yang tidak mengasihi Allah.<ref name="Guthrie"/> Daftar itu memperlihatkan beberapa kesamaan lain dalam surat-surat kiriman [[Paulus dari Tarsus|Paulus]], namun tidak sama dengan perikop-perikop lainnya dalam hal menghubungkan golongan-golongan tersebut dengan “hari-hari terakhir”.<ref name="Guthrie"/> Pada saat yang sama 2 Timotius 3:5 menasihatkan untuk menjauhi mereka, hal ini memperlihatkan bahwa perikop ini mempunyai kaitannya baik dengan masa sekarang ini maupun dengan masa yang akan datang.<ref name="Guthrie">{{id}}Donald Guthrie. 2009. Teologi Perjanjian Baru 3: Eklesiologi, Eskatologi, Etika.Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 152.</ref>
 
==Sikap Gereja dalam Penantian Eskatologi==
=== Ke-Tuhan-anMeyakini Keilahian Yesus Kristus===
Dalam tradisi eskatologis yang tertua, peranan pengharapan akan kedatangan [[Anak Manusia]] dengan awan-awan untuk menjalankan penghakiman adalah besar. Bentuk pengharapan ini tidak dimengerti lagi dalam jemaat-jemaat Hellenis.<ref name="Beyer"/> Mereka mencetuskan gelar baru bagi Yesus, yang sesuai dengan alam pikiran mereka, yaitu '''[[Tuhan]]''' (''Kyrios'').<ref name="Beyer"/> Gelar ini tidak mementingkan segi futuris, seperti gelar '''[[Anak Manusia]]''' dulu, tetapi menekankan dengan sangat segi presentris, kehadiran [[Tuhan]] dalam jemaat-Nya.<ref name="Beyer"/>
882

suntingan