Katekisasi: Perbedaan revisi

3.963 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
k
'''Katekisasi''' adalah masa sebelum seorang umat [[Kristiani]] atau [[Katolik]] menerima [[baptisan]]. Pada masa ini, seorang umat mendapat bimbingan-bimbingan yang mendasar mengenai [[Kekristenan]] oleh pemimpin agamanya (biasanya seorang [[Pendeta]] atau [[Pastor]]).
 
'''Katekisasi''' merupakan bentuk pembinaan iman dalam [[gereja]] yang memiliki latar belakang sejarah sangat kuat dalam tradisi keagamaan orang [[Israel]] dalam [[perjanjian lama]] maupun dalam hidup jemaat mula-mula di [[perjanjian baru]].
Lamanya seorang umat menjalani masa ini tergantung pada peraturan [[gereja]] dimana ia berkatekisasi.
 
Katekisasi atau ''Katekese'' berasal dari kata kerja bahasa [[Yunani]] Κατεχειν (''katekhein''), yang berarti memberitakan, memberitahukan, mengajar, dan memberi pengajaran. Dalam [[perjanjian baru]] misalnya, {{Alkitab| Lukas 1:4}}, {{Alkitab| Kisah Para Rasul 18:25, 21:21, 24}}, {{Alkitab| Roma 2:17-18}},{{Alkitab| 1 Korintus 14-19}},dan {{Alkitab| Galatia 6:6}}. Disimpulkan bahwa arti kata Katekhein lebih ditekankan pada mengajar bukan dalam arti intelektualistis tetapi lebih kepada arti praktis, yaitu mengajar atau membimbing seseorang, supaya ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya. Katekisasi yang berlangsung dalam [[gereja]]berarti, kegiatan pengajaran iman yang membimbing seseorang (atau beberapa) agar ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya. Katekisasi tidak semata-mata mwlakukan transfer pengetahuan [[Alkitab]], melainkan lebih menekankan pada upaya menyampaikan pemahaman isi Alkitab. Oleh karena itu, katekisasi yang dilakukan gereja adalah kegiatan pengajaran yang penting tentang iman juga merupakan pembentukan iman dari peserta katekisasi (katekisan atau calon warga sidi jemaat), sehingga melalui katekisasi warga gereja dilengkapi untuk mengenal dan percaya kepada Allah dalam [[Yesus Kristus]] sehingga sanggup menghayati, mentaati dan melaksanakan imannya dalam keluarga, gereja dan masyarakat ({{Alkitab| Efesus 4: 12-13}}).
 
Dalam katekisasi biasanya memiliki kurikulum seperti pada gereja [[GPIB]] melalui ketetapan sidang sinode XIV 1986.Kurikulumnya memiliki kurang lebih 48 kali pertemuan dalam enam pokok bahasan yang setiap akhir sub pokok pembahasan akan ada evaluasi rutin sebelum peneguhan.Lamanya seorang Katekisan menjalani masa ini tergantung pada peraturan gereja dimana ia berkatekisasi. Berikut pokok bahasan yang biasa digunakan:
 
: Pembinaan Warga Gereja
* Sejarah Katekisasi
* Katekisasi & Sidi dalam lingkup gereja
* Evaluasi
: Alkitab
* Sejarah penulisan [[Alkitab]]
* Fungsi
* Struktur pembagian perjanjian lama
* Tema-tema perjanjian lama
* Struktur pembagian perjanjian baru
* Tema-tema perjanjian baru
* Evaluasi
: Ajaran Gereja
* Sejarah pengakuan iman dan pemahaman iman
* Ke-tritunggal-an Allah
* Allah Bapa
* Yesus Kristus
* Roh Kudus
* Kerajaan Allah
* Manusia
* Dosa, Anugerah, Pengampunan, Pertobatan dan Hidup baru
* Pengertian Sakramen
* Sakramen Baptisan
* Sakramen Perjamuan
* Manusia dan Lingkungan Hidup
* Pemberdayaan Sumber daya Insani
* Pemahaman Iman
* Evaluasi
: Konteks Gereja
* Panggilan dan pengutusan Gereja
* Gereja dan Negara
* Sejarah Gereja umum
* Sejarah Gereja diIndonesia
* Gerakan ke-esaan
* Aliran-aliran disekitar dan didalam Gereja
* Sejarah Gereja (mis. GPIB, GKP, HKBP,Dll)
* Struktur dan penatalayanan Gereja
* Fungsionaris Pelayanan Gereja
* Evaluasi
: Ibadah dan Berdoa
* Ibadah persekutuan
* Doa, Puasa dan Reatreat
* Nyanyian Ibadah dan Musik Gereja
* Hari-hari raya Gereja
* Tata Ibadah
* Simbol, perangkat dan penunjang ibadah
* Evaluasi
: Kapita Selekta
* Mengenal Agama & Kepercayaan lain di Indonesia
* Etika pergaulan
* Perkawinan
* Rumah tangga
* Etos kerja
* Evaluasi
 
Akhir dari proses Katekisasi, peserta katekisasi akan menerima [[peneguhan sidi]] atau peneguhan atas pengakuan iman percaya mereka.Menurut R. J. Porter peneguhan sidi adalah, peneguhan yang bukan sakramen tapi berkaitan dengan sakramen-sakramen. Baptisan dewasa dilayankan bersama peneguhan sidi. Baptisan usia anak kemudian dilanjutkan dengan sidi, maka hal ini peneguhan sidi adalah kesempatan untuk mengakui iman dihadapan jemaat sebagai pernyataan, bahwa janji orangtua telah ditepati dan sang anak percaya kepada [[Yesus Kristus]]. Melalui peneguhan sidi, seseorang diterima sebagai anggota jemaat yang bertanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pelayanan jemaat, dan diijinkan dalam perjamuan kudus.
 
 
== Lihat pula ==
* [[Kristen]]
* [[Protestan]]
* [[Peneguhan Sidi]]
 
{{Kristen-stub}}