Indonesian All Stars: Perbedaan revisi

234 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Indonesian All Stars''' terdiri dari musisi [[jazz]] [[Indonesia]] yang anggotanya terdiri dari [[Jack Lesmana]], [[Bubi Chen]], [[Benny Mustapha]], [[Maryono]] dan Jopie Chen. Mereka terbentuk juga atas sumbang saran dari [[Suyoso Karsono|Mas Yos]],<ref>[http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/1845 Maryono di Jakarta go.id], Maryono di Jakarta go.id, diakses 22 April 2011</ref>. yang kebetulan waktu itu adalah pemilik perusahaan Irama Record, tempat dimana [[Jack Lesmana]] bekerja sebagai supervisi musiknya. Kemudian Indonesian All Star mulai berlatih secara rutin dalam rangka keberangkatan untuk ikut berpartisipasi pada [[Berlin]] [[Jazz]] Festival yang akan diadakan setahun kemudian.<ref name="bio">[http://dennysak.multiply.com/journal/item/462/Djanger_BaliAlbum_Jazz_Memintal_Kutub_Budaya_Barat_dan_Timur Djanger Bali Rumah Musik Denny Sakrie], Rumah Musik Denny Sakrie, diakses 22 April 2011</ref>
 
Pada tahun [[1967]] bertemulah mereka dengan Tony Scott, seorang pemain klrinet asal [[Amerika Serikat]]. Kebetulan Tonny Scott sedang wara-wiri di seputar [[Asia]] dalam rangka pembuatan album pertamanya yang berjudul ''Homage To Lord Krishna''. Tony adalah seorang pemain klarinet [[jazz]] yang cukup terkenal di [[Amerika Serikat]] pada waktu itu, bahkan dia pernah bermain dengan [[Sarah Vaughan]] dan [[Billie Holiday]]. Tonny Scott juga pernah terpilih sebagai klarinetis terbaik versi majalah Down Beat<ref>[http://www.downbeat.com/artists/artist_main.asp?sect=archives&sub=stories&subid=767&aid=713&photo=&aname=Down+Beat+Readers+Poll Tony Scott di Downbeat readers pool], Tony Scott, Downbeat readers pool, diakses 22 April 2011</ref> pada tahun [[1955]], [[1957]], [[1958]] dan [[1959]], karena gaya bermainnya dianggap lebih modern dari Buddy DeFranco.
 
Kemudian terjadilah pendekatan antara Indonesian All Stars dan Tony Scott selama kurang lebih enam bulan. Tidak lama setelah itu, terjadilah kesepakatan untuk berkolaborasi membuat album dan juga bermain secara langsung. Tony yang tertarik dengan musik-musik oriental akhirnya dapat berkolaborasi dengan pemain-pemain [[jazz]] [[Indonesia]] yang juga dapat mengerti pemikirannya. Maka terjadilah ide untuk menyatukan bunyi-bunyian tradisional dan juga mengaransemen ulang lagu-lagu tradisional tetapi dimainkan dengan gaya yang sangat berbeda. Intinya album tersebut adalah kolaborasi pemain barat dan timur yang juga mengawinkan musik barat dan timur tetapi dengan interpertasi secara [[jazz]].<ref name="bio" />
1.025

suntingan