Mansur Al-Hallaj: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  11 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-praktek +praktik)
k (r2.7.1) (bot Menambah: cs:Al-Halládž)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-praktek +praktik))
 
=== Masa remaja ===
Di usia sangat muda, ia mulai mempelajari tata [[bahasa Arab]], membaca [[Al-Qur'an]] dan [[tafsir]] serta [[teologi]]. Ketika berusia 16 tahun, ia merampungkan studinya, tapi merasakan kebutuhan untuk menginternalisasikan apa yang telah dipelajarinya. Seorang pamannya bercerita kepadanya tentang [[Sahl at-Tustari]], seorang sufi berani dan independen yang menurut hemat pamannya, menyebarkan ruh hakiki Islam. Sahl adalah seorang sufi yang mempunyai kedudukan spiritual tinggi dan terkenal karena tafsir Al-Qur'annya. Ia mengamalkan secara ketat tradisi [[Nabi]] dan praktekpraktik-praktekpraktik kezuhudan keras semisal [[puasa]] dan [[salat sunnat]] sekitar empat ratus rakaat sehari. Al-Hallaj pindah ke Tustar untuk berkhidmat dan mengabdi kepada sufi ini.
 
Dua tahun kemudian, al-Hallaj tiba-tiba meninggalkan Sahl dan pindah ke [[Bashrah]]. Di Bashrah, ia berjumpa dengan [[Amr al-Makki]] yang secara formal mentahbiskannya dalam [[tasawuf]]. Amr adalah murid [[Junaid]], seorang sufi paling berpengaruh saat itu. Al-Hallaj bergaul dengn Amr selama delapan belas bulan. Akhirnya ia meninggalkan Amr juga.
 
=== Ibadah haji ===
Pada tahun 892M, Al-Hallaj memutuskan untuk menunaikan [[Haji|ibadah haji]] ke [[Mekah]]. Kaum Muslimin diwajibkan menunaikan ibadah ini sekurang-kurangnya sekali selama hidup (bagi mereka yang mampu). Namun ibadah haji yang dilakukan al-Hallaj tidaklah biasa, melainkan berlangsung selama setahun penuh, dan setiap hari dihabiskannya dengan puasa dari siang hingga malam hari. Tujuan al-Hallaj melakukan praktekpraktik kezuhudan keras seperti ini adalah menyucikan hatinya menundukkannya kepada Kehendak Ilahi sedemikian rupa agar dirinya benar-benar sepenuhnya diliputi oleh Allah. Ia pulang dari menunaikan ibadah haji dengan membawa pikiran-pikiran baru tentang berbagai topik seperti inspirasi Ilahi, dan ia membahas pikiran-pikiran ini dengan para sufi lainnya. Diantaranya adalah Amr al-Makki dan juga Junaid.
 
=== Menjadi guru ===
692.563

suntingan