Orang utan sumatra: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-diantara +di antara)
k (r2.7.1) (bot Mengubah: en:Sumatran orangutan)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-diantara +di antara))
 
== Daur hidup ==
Orangutan Sumatra lebih sosial daripada orangutan Kalimantan. Orangutan-orangutan ini berkumpul untuk makan sejumlah besar buah di pohon beringin. Akan tetapi, orangutan jantan dewasa umumnya menghindari kontak dengan jantan dewasa lain. Pemerkosaan umum terjadi diantaradi antara orangutan. Jantan sub-dewasa akan mencoba kawin dengan betina manapun, meskipun mungkin mereka gagal menghamilinya karena betina dewasa dengan mudah menolaknya. Orangutan betina dewasa lebih memilih kawin dengan jantan dewasa
 
Rerata jangka waktu kelahiran orangutan Sumatra lebih lama daripada orangutan Kalimantan dan merupakan rerata jangka waktu terlama diantaradi antara [[kera besar]]. Orangutan Sumatra melahirkan saat mereka berumur sekitar 15 tahun. Bayi orangutan akan dekat dengan induknya hingga tiga tahun. Bahkan setelah itu, anaknya masih akan berhubungan dengan induknya. Kedua spesies orangutan mungkin hidup beberapa dekade; perkiraan panjang umurnya dapat melebihi 50 tahun. Rata-rata perkembangbiakan pertama ''P. abelii'' adalah sekitar 12,3&nbsp;tahun tanpa ada tanda [[menopause]].<ref name="wich2004">{{cite journal| title=Life history of wild Sumatran orangutans (''Pongo abelii'')| author=S. A. Wich; S. S. Utami-Atmoko; T. M. Setia; H. D. Rijksen; C. Schürmann, J.A.R.A.M. van Hooff and C. P. van Schaik| journal=Journal of Human Evolution | volume=47| issue=6|date=2004| pages=385–398| doi=10.1016/j.jhevol.2004.08.006}}</ref>
 
== Status ==
Ada populasi kecil di provinsi [[Sumatra Utara]] sepanjang perbatasan dengan NAD, terutama di hutan-hutan [[danau Toba]]. Survei di danau Toba hanya menemukan dua areal habitat, [[Bukit Lawang]] (didefinisikan sebagai [[suaka margasatwa]]) dan [[Taman Nasional Gunung Leuser]].<ref name="Wich2003">{{cite journal| title=The status of the Sumatran orang-utan ''Pongo abelii'': an update| author=S. A. Wich; I. Singleton; S. S. Utami-Atmoko; M. L. Geurts; H. D. Rijksen; and C. P. van Schaik| journal=Flora & Fauna International| volume=37| issue=1|date=2003| doi=10.1017/S0030605303000115| pages=49}}</ref> Tahun 2002, [[World Conservation Union]] menempatkan spesies ini dalam [[IUCN Red List]] dengan status [[Critically endangered|kritis]].
 
Survei baru-baru ini tahun 2004 memperkirakan ada sekitar 7.300 ekor orangutan Sumatra yang masih hidup di alam liar.<ref name="Singleton2004"/> Beberapa diantaranyadi antaranya dilindungi di lima daerah di Taman Nasional Gunung Leuser dan lainnya hidup di daerah yang tidak terlindungi: blok Aceh barat laut dan timur laut, sungai Batang Toru Barat, Sarulla Timur dan Sidiangkat. Program pembiakan telah dibuat di [[Taman Nasional Bukit Tiga Puluh]] di provinsi [[Jambi]] dan [[Riau]] dan menghasilkan populasi orangutan Sumatra yang baru.
 
Di kurungan, ada lebih banyak [[kebun binatang]] dan taman satwa di luar habitat alami yang tertarik pada orangutan secara umum. Orangutan Sumatra tertua adalah [[Ah Meng]] yang lahir pada tahun 1960.<ref>{{cite news| title = Singapore’s most famous ape celebrates 46th birthday | url = http://www.khaleejtimes.com/DisplayArticleNew.asp?xfile=data/theworld/2006/June/theworld_June523.xml&section=theworld | publisher = Khaleej Times|date=18 June 2006}}</ref> [[Nonja]], yang dianggap yang tertua di kandang atau di alam saat kematiannya, mati di [[Miami MetroZoo]] pada umur 55.<ref>{{cite news| title = 'World's oldest' orang-utan dies | url = http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/7166338.stm| publisher = [[BBC News]]|date=31 December 2007}}</ref>
637.030

suntingan