Buka menu utama

Perubahan

1 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Problem berasal dari bahasa Yunani "''pros''" artinya di depan, dan "''ballo''" adalah melemparkan, jadi problem adalah sesuatu yang diperhadapkan kepada kita di depan. Problem berasal dari luar diri kita, sendangkan misteri berasal dari dalam diri kita.<ref name="Bertens"/> Problem bisa dipecahkan dengan logika, namun misteri tidak pernah diajukan secara [[obyektif]] sehingga tidak bisa dipecahkan.<ref name="Bertens"/> Namun misteri bukan tidak bisa dimengerti sama sekali, namun melampaui pemikiran manusia karena bukan kegelapannya melainkan karena cahayanya yang mengagumkan. [[Misteri]] melibatkan diri dalam setiap hidup, namun bukan untuk dipecahkan melainkah untuk dialami dan dipercaya, hal ini bukan hanya dalam keagamaan.<ref name="Sweetman"/> Maka prolem bisa dikatakan diliputi suasana "mempunyai" sedangkan misteri diliputi oleh "Ada" Hal selanjutnya adalah mengenai [[teori]] tentang [[tubuh]], kehadiran dan "Engkau [[Absolut]]" yang lebih bersifat misteri.<ref name="Sweetman"/>
 
'''Engkau Absolut''' berbicara mengenai [[Allah]]. Melalui relasi dengan orang lain, bagi Marcel dapat menghantarkan kita kepada kehadiran dari "Yang Lain" atau Tuhan.<ref name="Sweetman"/> Di sinilah maka kepercayaan, iman, dan harapan tidak memerlukan pembuktian sistematis maupun [[Akal budi|logika]] yang [[empirisme|empiris]].<ref name="Sweetman"/>{{en}}Brendan Sweetman., ''The vision of Gabriel Marcel: epistemology, human person, the transcendent'', New York: Edition Rodopi B.V, 2008</ref>
 
== Referensi ==
843

suntingan