Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 8 tahun yang lalu
 
==Teori Pemikiran==
===pemikiran filisofis===
Marcel sangat menonjol dalam menolak filsafat sebagai sistem, sehingga sulit untuk memahaminya baik sari isi maupun penguraiannya.<ref name="Bertens"/> Ia mencapai puncak pemikiran pada era Perang Dunia II.<ref name="Bertens"/> Dalam menuliskan tantang filsafat yang berhubungan dengan keagamaan, dia lebih suka disebut neosokratisme dibanding eksistensialisme kristiani.<ref name="Bertens"/> Hal ini didasarkan pada pikiran Marcel yang menghargai hal-hal yang tidak sistematis, seolah-olah filsafatnya sudah lengkap.<ref name="Bertens"/>
 
===Metode Folosofis===
Marcel menyatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian, melainkan harus bersama manusia-manusia lainnya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia juga memiliki kebebasan yang bersifat otonom.<ref name="Harun"></ref> Otonomi inilah yang membuat manusia dapat melakukan pilihan, yaitu mengatakan "ya" atau "tidak" terhadap segala sesuatu yang dihadapinya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia harus juga terbuka terhadap orang lain.<ref name="Harun"></ref> Jika tidak, manusia akan menjadi terasing, bukan saja dari sesamanya, tetapi dari dirinya sendiri.<ref name="Harun"></ref>
Sebagai filsuf sekaligus dramawan, dia tidak memisahkan aktivitas itu, malah drama merupakan salah satu cara terbaik dalam mengungkapkan gagasan pikirannya sekaligus langsung berdampak pada orang banyak. Dia menyebutnya "kehidupan memanjat ke pemikiran", di mana yang utama adalah hidup itu sendiri yang kemudian dipikirkan. Dengan menekankan kaitan antara realitas dan pemikiran, maka dia menolak rasionalisme dan empirisme yang selama ini mendominasi filsafat modern. Dia bertolak dari cara eksistesialisme, warisan atau pengaruh dari Kierkegaard, Heidegger dan Jarper. Eksistensi adalah seluruk kompleks yang meliputi semua faktor konkret, hal ini dari peristiwa hidup yang digumuli secara pribadi oleh Marcel. Ekstensi tidak lebih penting dari esensi atau obyektifitas, dan hal ini dapat dialami dan bermakna ketika manusia memiliki relasi dengan manusia lain.<ref name="Bertens"/> Peralihan itu memiliki 3 fase; ''admiration'' atau kekaguman, ''reflexion'' atau perenungan dan ''exploration'' atau eksplorasi.
 
Marcel menyatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian, melainkan harus bersama manusia-manusia lainnya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia juga memiliki kebebasan yang bersifat [otonomi|otonom]].<ref name="Harun"></ref> Otonomi inilah yang membuat manusia dapat melakukan pilihan, yaitu mengatakan "ya" atau "tidak" terhadap segala sesuatu yang dihadapinya.<ref name="Harun"></ref> Akan tetapi, manusia harus juga terbuka terhadap orang lain.<ref name="Harun"></ref> Jika tidak, manusia akan menjadi terasing, bukan saja dari sesamanya, tetapi dari dirinya sendiri.<ref name="Harun"></ref>
 
Kekaguman kepada apa yang ada pada diri kita, kemudian kita refleksikan apa yang kita kagumi. Fase kekaguman meliputi dua hal; 1. abstrak, analistis, obyektif, universal, dapat diverifikasi, dan 2. tidak memikirkan logika, namun dialog, tidak memikirkan obyek namun persona. tahap ini dapat menguak Ada namun juga tetap tersembunyi. fase yang ketiga adalah eksplorasi yang melampaui pemikiran aktif, di sinilah kita menemukan yang ekspisit. Hal ini oleh Roger Troisfontaines disebut sebagai psikoanalisa ontologis.
 
==Ada dan Mempunyai==
Bagi Marcel kata mempunyai atau memiliki memiliki dua makna, yang pertama memiliki secara otomatis dalam diri sendiri, dan yang kedua adalah memiliki dalam arti di luar diri. Dan secara tahapannya, Ada baru mempunyai, bukan mempunyai kemudian Ada. Relasi di antara dua makna itu nampak dalam tiga aspek relasinya; ekslusivitas yaitu milik saya pribadi bukan orang lain, yang kedua adalah memelihara agar tidak hilang apa yang kita miliki itu, dan yang ketiga adalah adanya kuasa atas apa yang kita miliki. Dalam hubunga antara pemilik dan yang memiliki itu tidak bisa dipisahkan.
 
== Referensi ==
843

suntingan