Kitab Pengkhotbah: Perbedaan revisi

122 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:Ecclesiastes.png|thumb|165px|right|Pengkhotbah]]
{{Tanakh OT}}
'''Kitab Pengkhotbah''' adalah bagian dari [[Alkitab]] [[Perjanjian Lama]]. Judul ini berasal dari bahasa [[Ibrani]]: קוהלת (''Qohelet''). Dasar kata ini adalah קהל (''Qahal''), yang berarti "[[perhimpunan]]". Kata ''Qohelet'' inilah yang diterjemahkan menjadi "Pengkhotbah" yang menyiratkan fungsi keagamaan. Namun demikian isi Kitab ini tidak mencerminkan fungsi tersebut. Karena itu, sebagian para sarjana mengusulkan ''guru'' sebagai terjemahan alternatif, meskipun kata ini pun tidak berhasil sepenuhnya menangkap gagasan dasar yang dikandung dalam istilah bahasa Ibraninya. Dalam [[Alkitab]] [[Bahasa Indonesia]] Sehari-hari (BIS), kata '' qohelet'' dalam teks diterjemahkan menjadi 'Sang Pemikir'.
 
Sang Pengkhotbah secara harafiah adalah seseorang yang berkhotbah kepada pertemuan ini. Dalam [[bahasa Inggris]], kitab ini disebut ''Ecclesiastes'' yang berasal dari [[bahasa Yunani]] dalam kitab [[Septuaginta]] (LXX): ''Εκκλησιαστής''. Kata ini berasal dari kata Yunani: Εκκλησία ([[Gereja]]/[[jemaat]]). Artinya tetap saja sama, seseorang yang ber[[khotbah]] pada sebuah pertemuaan.
 
Kitab '''Pengkhotbah''' berisi buah pikiran dari 'Sang Pemikir'. Ia merenungkan secara dalam-dalam betapa singkatnya hidup [[manusia]] ini, yang penuh pertentangan, ketidakadilan dan hal-hal yang sulit dimengerti.
Maka disimpulkannya bahwa "hidup itu sia-sia". Ia tak dapat memahami tindakan Tuhan dalam menentukan nasib manusia. Tetapi meskipun demikian, dinasehatinya orang-orang untuk bekerja dengan giat, dan untuk sebanyak mungkin dan selama mungkin menikmati pemberian-pemberian Tuhan.
 
Kebanyakan dari buah pikiran Sang Pemikir itu bernada sumbang, bahkan putus asa. Tetapi kenyataan bahwa buku ini termasuk dalam [[Alkitab]], menunjukkan bahwa iman yang mendasarkan Alkitab cukup luas untuk mempertimbangkan juga keragu-raguan dan keputusasaan semacam itu.
 
Banyak orang yang telah membaca kitab ini merasa terhibur, karena mereka seolah-olah melihat [[sifat]]-sifat mereka berdiri di dalam kitab Pengkhotbah ini. Mereka pun sadar bahwa Alkitab yang mencerminkan pemikiran-pemikiran yang sumbang itu, juga memberi harapan tentang Tuhan, harapan yang memberi arti kehidupan yang sebenarnya.
458

suntingan