Paku Alam VII: Perbedaan revisi

254 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k
[[Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pakoe_Alam_VII_Gouverneur_Bijleveld_en_een_militair_commandant_tijdens_het_bezoek_aan_de_Kraton_van_Sultan_Hamengkoe_Boewono_VIII_van_Jogjakarta_TMnr_60033558.jpg|right|thumb|Paku Alam VII bersama oditur Militer Belanda]]
'''BRMH Surarjo''' ({{lahirmati|[[Yogyakarta]]|9|12|1882||16|2|1937}}) adalah putra [[Paku Alam VI]] dari permaisuri. Ia ditinggal mangkat oleh ayahnya saat masih menyelesaikan studi di HBS [[Semarang]]. Sambil menunggu Surarjo menyelesaikan studi, Pemerintah [[Hindia Belanda]] mengangkat sebuah [[Raad van Beheer/Dewan Perwalian Pakualaman]] untuk menyelenggarakan pemerintahan [[Pakualaman]] sehari-hari. Akhirnya pada [[16 Oktober]] [[1906]] beliau diangkat oleh Pemerintah [[Hindia Belanda]] sebagai penguasa tahta Pakualaman dengan gelar '''Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo'''. Namun upacara resmi pentahtaan baru dilaksanakan pada 17 Desember tahun yang sama.
 
37.381

suntingan