Cinta Puteri: Perbedaan revisi

6.592 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membatalkan revisi 4091516 oleh Aldo samulo (Bicara))
* [[Jennifer Arnelita]] sebagai Ayu
 
== Sinopsis ==
=== Episode 1-13 ===
Puteri (17) adalah seorang gadis muda yang cantik nan baik hati, ia hidup bertiga dengan ibu dan adik perempuannya setelah sang ayah meninggalkan mereka begitu saja.
 
Sang ibu Retno (46) sangat dominan dan bersifat materialistis, wanita itulah yang sejak awal mendorong putrinya menjadi model karena ia berpikir bahwa dengan demikian jalan menuju hidup mewah semakin terbuka lebar.
 
Akibatnya saat Puteri ketahuan menjalin hubungan dengan seorang pemuda sederhana bernama Erwin (16), Retno sangat menentangnya. Ia memaksa sang putri datang ke acara makan malam I Gusti Dewa (24) seorang pangeran dari Denpasar, Bali. Namun, Puteri yang sempat bertemu Dewa di jalan raya kehilangan simpati.
 
Pasalnya ketika itu, Dewa melecehkannya dengan memberi uang sambil diantarkan ke Tokyo. Yang lebih mengejutkan, Dewa meminta Puteri menjadi istrinya dan dijanjikan bakal dipenuhi semua keinginannya. Retno berusaha membujuk, namun Puteri tetap menolak.
 
Dengan cerdik, Dewa memberikan yen Jepang dalam jumlah banyak kepada Retno supaya diperkenankan meminang Issabela dan memboyong gadis itu ke Bali. Keruan saja, Puteri yang makin kesal menolak dan mengancam bakal bunuh diri kalau sang ibu tetap nekat menikahkannya.
 
Beberapa waktu kemudian, Puteri mendapat tawaran syuting di Bali oleh sebuah agensi pimpinan Bagus. Karena sang ibu harus menemani adiknya Tasya ujian, Puteri nekat pergi seorang diri. Ternyata semua adalah bagian dari rencana Dewa, Puteri diberi obat tidur hingga tak sadarkan diri.
 
Ketika bangun, tahu-tahu ia telah dinikahkan dengan Dewa. Retno yang terkejut berusaha menghubungi Puteri, namun oleh penjaga pribadi Dewa, sang putri dan suaminya disebut tengah berbulan madu ke Jepang. Retno tidak curiga, apalagi ia diberikan koper berisi hadiah mahal.
 
Di Bali, Puteri yang tersiksa berusaha kabur namun kerap menemui kegagalan, pasalnya Dewa dan keempat penjaga terus memantaunya secara diam-diam. Gadis itu dipaksa pulang dan terus disiksa, akibatnya Dewa semakin tertekan karena harus menanggung semuanya sendirian.
 
=== Episode 14 ===
David memarahi Rika yang dianggap ceroboh, namun sang kekasih menjelaskan kalau dirinya telah membuat perjanjian dengan Dewa. Rupanya, Tia masih belum sadar kalau Ayu telah menukar sampel darahnya.
 
Setelah mendapatkan donor darah, keadaan Puteri mulai membaik. Begitu sadar, ada kabar lain yang telah menanti Puteri : dirinya dinyatakan positif hamil. Keruan saja, Puteri dan Dewa begitu gembira.
 
Saat tengah mempersiapkan perayaan di istana bersama Dewi, Puteri dikejutkan oleh kedatangan Ayu, yang mengancam wanita itu tidak akan bisa memiliki bayinya.
 
Ucapan itu membuat Dewi marah, ia langsung memanggil pengawal untuk membawa Ayu pergi. Begitu perayaan berakhir, tiba-tiba muncul David bersama Rika dan Renno.
 
Awalnya Imran berniat mengusir ketiganya, namun Fariz mengatakan bahwa Imran berhutang budi karena Noorma sudah memberikan darahnya pada Issabela. Kehadiran Fariz, Marissa, dan Azman membuat Issabela ketakutan, namun Imran berjanji bakal selalu melindunginya.
 
Ketika bangun, Issabela mendapati dirinya mengalami pendarahan. Dengan panik, Imran membawa Issabela ke rumah sakit. Ismail, dokter yang menangani Issabela, diancam oleh Fariz, Noorma, Azman, dan Marissa, namun seorang jururawat bernama Alan mendengar semuanya.
 
Alan membantu Issabela melahirkan bayinya yang diberi nama Anissa, kemudian memperingati Imran dan Issabela akan bahaya yang mengancam. Kepada yang lain, Alan mengaku kalau bayi Issabela meninggal, padahal bayi tersebut diserahkan padanya oleh Imran untuk dirawat.
 
Meski begitu, Noorma rupanya sudah tahu kalau Issabela berbohong soal bayinya. Fariz marah besar, namun Issabela dan Imran tetap bungkam. Sambil bergegas, Azman mengejar Alan ke pelabuhan.
 
Namun Alan lebih gesit, ia berhasil menyelamatkan diri bersama Anissa. Di tempat lain, Fariz memasukkan Imran dan Issabela ke dalam sebuah mobil, yang kemudian didorong ke jurang dan meledak.
 
Tidak adanya Imran dan Issabela membuat Fariz dan Marissa sukses menduduki tahta kerajaan. Ferdy dan Fatima kaget, terlebih Fatima yang langsung memarahi keduanya.
 
Dengan sombong, Fariz mengatakan kalau tidak ada seorangpun yang bisa menghalanginya untuk menjadi raja. Baru saja selesai bicara, tiba-tiba terjadi gempa bumi besar yang mengakibatkan tewasnya seluruh anggota kerajaan.
 
Begitu sampai di rumah dengan membawa Anissa, Alan langsung dimarahi istrinya Nancy. Meski begitu, Alan bersikeras untuk mempertahankan Anissa. Begitu diberitahu, Nancy kaget dan sadar kalau Anissa bakal mengubah hidupnya
 
=== Episode 15-20 ===
Wawan sangat kaget saat tahu dirinya sudah diberi uang banyak untuk mengurus Nirmala. Karena itu, tak heran bila Nita dimarahi dan bahkan diusir dari rumah karena sengaja menelantarkan Puteri.
 
Empat tahun lalu, Puteri (13) dan Dewi (14) tumbuh dalam keadaan berbeda. Nama pertama mewakili sifat Retno (42) yang begitu galak, sementara Puteri telah terbiasa mengalah dari sang adik Tasya (10).
 
Suatu hari, Wawan akhirnya menjelaskan kalau Puteri anak kandungnya. Meski menangis sedih, Puteri tetap menganggap Wawan sebagai ayah yang sangat dicintainya.
 
Tidak terasa 2 tahun kemudian, Puteri (15) dan Dewi (16) telah tumbuh dewasa. Dewi memiliki kekasih bernama Erwin (14) yang adalah seorang playboy dan kerap ikut menindas Puteri bersama Juwita (15) dan Nina (16).
 
Puteri selalu diam dan tidak melawan, namun ia dibantu oleh sahabatnya Ricky (16) dan Rita (15). Meski kerap ditindas,Puteri selalu berusaha menutupi kesalahan Dewi dari kepala sekolahnya Krisna dan Anita sang guru. Keruan saja, Ricky curiga hal itu dilakukan karena Puteri takut dengan Dewi.
 
Suatu ketika, Dewi marah besar pada Puteri karena gadis itu diantar Ricky pulang ke rumah, ia langsung mengadu pada Retno. Diam-diam, Retno mengancam bakal mendorong Puteri dari balkon bila gadis malang itu berani mengadu pada Wawan.
 
Dewi tidak mau kalah, ia mulai mengerjai Puteri dengan alat catok rambut hingga saudara kandungnya itu menangis.
 
Meski sibuk, Wawan bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Puteri dan akhirnya memutuskan pulang lebih cepat. Begitu tahu Alan pulang, Donita dan Nancy berusaha menyembunyikan kejahatan mereka dengan menggantung Issabela di bawah jendela kamar Donita. Siasat tersebut berhasil, Alan tidak tahu.
 
Sambil memejamkan mata, Issabela meminta pertolongan Allah. Mendadak, angin bertiup di jendela dan membuat tirai kamar melambai-lambai. Sontak, Alan bergerak refleks berusaha menutup jendela. Yang pucat adalah Donita dan Nancy, mereka takut Alan menemukan Issabela.
{{tv-stub}}
 
Pengguna anonim