Lilin: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Luckas-bot (bicara | kontrib)
k r2.5.2) (bot Menambah: hr:Svijeća
PT22Fially (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
[[Berkas:Kind en Kaars.jpg|250px|right]]
'''Lilin''' adalah sumber penerangan yang terdiri dari [[sumbu]] yang diselimuti oleh [[bahan bakar]] padat. Sebelum [[abad ke-19]], bahan bakar yang digunakan biasanya adalah [[lemak]] [[sapi]] (yang banyak mengandung [[asam stearat]]. Sekarang yang biasanya digunakan adalah [[parafin]].
 
Lilin dan lampu-lampu yang terang itu berusaha menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus. Kristus adalah terang bagi dunia yang gelap ini. Di dalam Alkitabpun tertulis tentang terang, di dalam PL, Yesaya 9 : 1-6, “terang yang besar”, sedangkan di dalam PB, Yohanes 1 : 1-18,” terang manusia”.
Bukan hanya di dalam peribadahan saja, di rumah-rumah dan di toko-toko kerap di hias dengan lampu-lampu yang kelap-kelip, hal ini muncul sejak zaman patristik sebagai gambaran akan terang yang mengalahkan kegelapan.
Penggunaan lilin dan lampu-lampu kelap-kelip merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi atau Hanukkah Yahudi. Hari raya Hanukkah dirayakan sekitar masa Adven dan Natal, dan terkadang sering diplesetkan dengan istilah Natal Yahudi.
 
 
Dengan menyebarnya penerangan [[listrik]], saat ini lilin lebih banyak digunakan untuk keperluan lain, misalnya dalam upacara [[agama]], perayaan [[ulang tahun]], pewangi ruangan, dan sebagainya.