Pragmatisme: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
 
==Teori tentang Kebenaran==
Menurut [[teori]] klasik tentang kebenaran, dikenal dua posisi yang berbeda, yakni [[teori korespondensi]] dan [[teori koherensi]].<ref name="Armin"></ref> Teori korespondensi menekankan persesuaian antara si pengamat dengan apa yang diamati sehingga kebenaran yang ditemukan adalah kebenaran [[empiris]],<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers">{{en}}John Hospers. 1997. An Introduction to Philosophical Analysis. London:Routledge. 43-47.</ref> sedangkan teori koherensi menekankan pada peneguhan terhadap ide-ide [[aprioria priori]] atau kebenaran logis, yakni jika proposisi-proposisi yang diajukan koheren satu sama lain.<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers"></ref> Selain itu, dikenal lagi satu posisi lain yang berbeda dengan dua posisi sebelumnya, yakni teori pragmatis.<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers"></ref> Teori pragmatis menyatakan bahwa 'apa yang benar adalah apa yang berfungsi.'<ref name="Hospers"></ref> Bayangkan sebuah [[mobil]] dengan segala kerumitan mesin yang membuatnya bekerja, namun yang sesungguhnya menjadi dasar adalah jika mobil itu dapat bekerja atau berfungsi dengan baik.<ref name="Hospers"></ref>
 
==Perkembangan Pragmatisme==