Pragmatisme: Perbedaan revisi

6 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Pragmatisme''' adalah aliran [[filsafat]] yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.<ref name="Harun">Harun Hadiwijono. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius. 130-131.</ref> Dengan demikian, bukan kebenaran obyektifobjektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.<ref name="Armin">Adi Armin. 2003. Richard Rorty. Jakarta:Teraju. 20-28, 96.</ref>
 
Dasar dari pragmatisme adalah [[logika]] pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada [[manusia]] dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.<ref name="Harun"></ref><ref name="Armin"></ref> Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja.<ref name="Armin"></ref> Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.<ref name="Armin"></ref> [[Ide]] menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan.<ref name="Armin"></ref> Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat [[metafisik]], sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan [[filsafat Barat]] di dalam [[sejarah]].<ref name="Armin"></ref>