Pragmatisme: Perbedaan revisi

269 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (r2.7.1) (bot Menambah: en:Pragmatism)
Pragmatisme adalah aliran [[filsafat]] yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.<ref name="Harun">Harun Hadiwijono. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. (Yogyakarta: Kanisius, 1980),. 130-131.</ref> Dengan demikian, bukan kebenaran obyektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.<ref name="Armin">Adi Armin. 2003. Richard Rorty. (Jakarta:Teraju, 2003),. 20-28, 96.</ref>
 
Dasar dari pragmatisme adalah [[logika]] pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada [[manusia]] dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.<ref name="Harun"></ref><ref name="Armin"></ref> Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja.<ref name="Armin"></ref> Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.<ref name="Armin"></ref> [[Ide]] menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan.<ref name="Armin"></ref> Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat [[metafisik]], sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan [[filsafat Barat]] di dalam [[sejarah]].<ref name="Armin"></ref>
==Awal Mula==
[[Berkas:wm_james.jpg|thumb|100px|William James]]
Aliran ini terutama berkembang di [[Amerika Serikat]], walau pada awal perkembangannya sempat juga berkembang ke [[Inggris]], [[Perancis]], dan [[Jerman]].<ref name="Harun"></ref> [[William James]] adalah orang yang memperkenalkan gagasan-gagasan dari aliran ini ke seluruh dunia.<ref name="Harun"></ref> William James dikenal juga secara luas dalam bidang [[psikologi]].<ref name="Harun"></ref> Selain itu, filsufFilsuf awal lain yang terkemuka dari pragmatisme adalah [[John Dewey]].<ref name="Harun"></ref> Selain sebagai filsuf, Dewey juga dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang [[pendidikan]].<ref name="Audi">{{en}}C.F. Delaney. 1999. "Dewey, John". In ''The Cambridge Dictionary of Philosophy''. Robert Audi, ed. 229-231. London: Cambridge University Press.</ref></ref>
 
==Teori tentang Kebenaran==
Menurut [[teori]] klasik tentang kebenaran, dikenal dua posisi yang berbeda, yakni [[teori korespondensi]] dan [[teori koherensi]].<ref name="Armin"></ref> Teori korespondensi menekankan persesuaian antara si pengamat dengan apa yang diamati sehingga kebenaran yang ditemukan adalah kebenaran [[empiris]].<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers">{{en}}John Hospers. 1997. An Introduction to Philosophical Analysis. (London:Routledge, 1997),. 43-47.</ref> Sedangkan teori koherensi menekankan pada peneguhan terhadap ide-ide [[apriori]] atau kebenaran logis, yakni jika proposisi-proposisi yang diajukan koheren satu sama lain.<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers"></ref> Selain itu, dikenal lagi satu posisi lain yang berbeda dengan dua posisi sebelumnya, yakni teori pragmatis.<ref name="Armin"></ref><ref name="Hospers"></ref> Teori pragmatis menyatakan bahwa 'apa yang benar adalah apa yang berfungsi.'<ref name="Hospers"></ref> Bayangkan sebuah [[mobil]] dengan segala kerumitan mesin yang membuatnya bekerja, namun yang sesungguhnya menjadi dasar adalah jika mobil itu dapat bekerja atau berfungsi dengan baik.<ref name="Hospers"></ref>
 
==Perkembangan Pragmatisme==
3.563

suntingan