Pembela Tanah Air: Perbedaan revisi

64 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
k
k (perbaikan kecil)
==Pemberontakan batalion PETA di Blitar==
{{utama|Pemberontakan PETA Blitar}}
Pada tanggal [[14 Februari]] [[1945]], pasukan PETA di [[Blitar]] di bawah pimpinan [[Supriadi]] melakukan sebuah pemberontakan. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan PETA sendiri maupun [[Heiho]]. Pimpinan pasukan pemberontak, Supriadi, menurut [[sejarah Indonesia]] dinyatakan hilang dalam peristiwa ini. Akan tetapi, pimpinan lapangan dari pemberontakan ini, yang selama ini dilupakan sejarah, Muradi, tetap bersama dengan pasukannya hingga saat terakhir. Mereka semua pada akhirnya, setelah disiksa selama penahanan oleh ''[[Kenpeitai]]'' (PM), diadili dan dihukum mati dengan [[hukuman penggal]] sesuai dengan hukum militer [[Tentara Kekaisaran Jepang]] di [[Eevereld]] (sekarang pantai [[Ancol]]) pada tanggal [[16 Mei]] [[1945]].
 
== Pembubaran PETA ==
7.550

suntingan