Buka menu utama

Perubahan

4.613 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
==Berbagai bidang Teologi==
===Teologi Dogmatik===
Teologi yang fundamental atau teologi dasar berkaitan dengan dogma atau ajaran Gereja. Di sini teologi adalah usaha untuk memahami kebenaran iman dengan menyelidiki rumusan ajaran Allah yang disampaikan entah melalui sumber-sumber Tradisi, Kitab suci, entah wewenang mengajar Gereja (Magisterium).
 
Pokok-pokok iman diajarkan. Pokok iman yang autentik dirangkum dalam dua macam pengakuan iman. Yang pertama adalah pengakuan iman rasuli yang mengalir dari Tradisi (lihat: ''Puji Syukur 1''). Pengakuan iman ini diajarkan sebelum baptis, dan diucapkan pada waktu baptis. Yang kedua adalah pengakuan iman hasil konsili Nikea-Konstantinopel yang adalah merupakan kesimpulan pergumulan teologi yang panjang dari Gereja, maka disebut pengakuan iman Gereja, dan diucapkan Gereja dalam upacara-upacara liturgi yang besar (lihat: ''Puji Syukur'' 2).
 
* Allah Tritunggal Mahaesa
 
Pengakuan iman rasuli dan pengakuan iman Nikea Konstantinopel pada baris-baris awal mengajarkan iman kepada Allah Tritunggal Mahaesa. Mewarisi ajaran iman Israel: “Dengarlah, hai Israel, Allah itu esa”, iman Katolik berdasarkan ajaran rasul-rasul dan Kitab Suci mengenal adanya hubungan (relasi) tiga oknum atau pribadi dalam keesaan Allah. Dari permulaan Kitab Suci, yaitu Kitab Kejadian, sudah ditampilkan gambaran awal mengenai relasi tritunggal, yaitu Allah sebagai sumber semua ciptaan, yang mencipta dengan sabda, dan yang sebagai Roh melayang-layang (Kej 1). Dari peristiwa Yesus Kristus selanjutnya terungkap bahwa sumber semua ciptaan itu adalah Bapa, sabda itu Putera, dan Roh Kudus adalah Roh keduanya. Pemahaman akan Bapa hanya niscaya karena Putera dan Roh Kudus. Putera hanya niscaya karena Bapa dan RohNya. Roh Kudus dikatakan berasal dari Bapa dan adalah Roh Kristus juga. Orang Katolik dibaptis “dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus” dan diutus untuk mewartakan iman “dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus”. Maka segala sesuatu dalam hidup orang Katolik, diungkapkan dengan tanda salib, diresapi oleh iman akan kehadiran dan karya Allah Tritunggal yang esa: “Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Ajaran Kredo Athanasius menyatakan: “Bapa adalah Allah, Putera adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah, tetapi tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah yang esa” (J.N.D. Kelly, 1964, ''The Athanasian Creed''. Harper and Row). Allah Tritunggal Mahaesa ini merupakan misteri terbesar dalam iman Katolik yang diusahakan direnungkan dan dijelaskan dengan teologi.
 
Pengakuan iman menyatakan “Percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi” – “yang kelihatan maupun tidak kelihatan”. Teologi berusaha menjelaskan pokok iman itu baik melalui teologi kodrati yang menekankan peran akal budi, maupun teologi adikodrati yang menekankan peran wahyu ilahi dengan bukti-bukti alkitabiah (lih Katekismus Gereja Katolik). Sepanjang tahun 1999 Paus Yohanes Paulus mengajak umat merenungkan Allah Bapa melalui acara audiensi umum yang dilakukannya setiap hari Rabu dalam rangka menyambut milenium baru.
 
Selanjutnya pengakuan iman menyatakan semua fakta yang terdapat dalam kitab suci Perjanjian Baru: “Percaya akan Yesus Kristus, PuteraNya yang Tunggal Tuhan kita,” – “Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar, Ia dilahirkan, bukan dijadikan. Sehakikat dengan Bapa, segala sesuatu dijadikan olehNya. Ia turun dari surga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. Dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria, dan menjadi manusia”, “Dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria”—“Menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus” – “Iapun disalibkan untuk kita, waktu Ponsius Pilatus, Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan” – “Disalibkan, wafat dan dimakamkan, turun ke tempat penantian” – “Pada hari ketiga Ia bangkit” – “dari antara orang mati” – “menurut Kitab Suci” – “Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa” – “Ia naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa” – Dari situ Ia akan datang” – “Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati”. Teologi menjelaskan pokok-pokok iman itu dalam kajian [[Kristologi]]. (Lihat juga Katekismus Gereja Katolik).
 
Pokok iman berikutnya adalah: “Percaya akan Roh Kudus” – “Dia Tuhan yang menghidupkan. Ia berasal dari Bapa dan Putera. Yang serta Bapa dan Putera disembah dan dimuliakan. Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.” Teologi merenungkan dan menjelaskan Roh Kudus dalam kajian [[Pneumatologi]]. (Lihat juga Katekismus Gereja Katolik).
 
 
* Penciptaan
* Penebusan
251

suntingan