Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 8 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
* [[1826]], Pasir ditegaskan kembali menjadi daerah pendudukan Hindia Belanda menurut Perjanjian Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar dengan Hindia Belanda yang ditandatangani dalam loji Belanda di Banjarmasin pada tanggal [[4 Mei]] [[1826]]H.<ref name="Bandjermasin"/>
* [[1815]]–[[1843]], Pemerintahan [[Sultan Mahmud Han Alamsyah]], ia membuat kontrak politik dengan Hindia Belanda.
|* [[1880]]–[[1897]], Pemerintahan [[Sultan Muhammad Ali Alamsyah]], dialah yang pertama kali berani menentang Belanda sehingga ia dibuang dan mangkat di Banjarmasin<ref>Seksi Sejarah Perlawanan Terhadap Belanda, Jilid 2 Seksi Sejarah Perlawanan Terhadap Belanda, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (Indonesia), Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1982 (Sultan Muhammad Ali yang pertama berani menentang Belanda sehingga ia dibuang dan mangkat di Banjarmasin)</ref>
* [[1906]]-[[1918]], masa perjuangan rakyat Pasir melawan pemerintahan kolonial [[Hindia Belanda]].
* Hingga [[1959]], Wilayah Pasir berstatus [[kawedanan]] di dalam wilayah Provinsi [[Kalimantan Selatan]].
|-
|
| [[Sultan Muhammad Ali Alamsyah]]
| [[Sultan Muhammad Ali Alamsyah]]<ref>Seksi Sejarah Perlawanan Terhadap Belanda, Jilid 2 Seksi Sejarah Perlawanan Terhadap Belanda, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (Indonesia), Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1982 (Sultan Muhammad Ali yang pertama berani menentang Belanda sehingga ia dibuang dan mangkat di Banjarmasin)</ref>
| [[1880]]–[[1897]]
|-
28.618

suntingan