Buka menu utama

Perubahan

633 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
k
 
== Kontroversi ==
Penobatan [[Ekskul (film)|Ekskul]] sebagai Film Terbaik menuai kontroversi dari [[Masyarakat Perfilman Indonesia]] (MFI). MFI yang terdiri dari sejumlah insan perfilman di antaranya Sutradara [[Riri Riza]] dan [[Mira Lesmana]] yang meraih Piala Citra 2005 untuk film [[Gie (film)|Gie]] dan sebanyak 22 peraih Piala Citra dari tahun 2004 hingga 2006 memprotes penyelenggaraan FFI 2006 ini karena telah memberikan penghargaan Film terbaik pada film Ekskul dan Sutradara Terbaik pada sutradaranya, Nayato Fionuala, yang menurut mereka sarat dengan unsur plagiat. Dalam pernyataan sikapnya, MFI menyampaikan pernyataan sikap mendesak pembubaran Lembaga Sensor Film, dan menolak hasil penjurian Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2006. [http://berita.liputan6.com/sosbud/200701/135217/Puluhan.Insan.Film.Mengembalikan.Piala.Citra Puluhan Insan Film Mengembalikan Piala Citra], Liputan6
Masyarakat Perfilman Indonesia (MFI) memprotes penyelenggaraan FFI 2006 ini disebabkan kemenangan Nayato Fionuala melalui filmnya [[Ekskul (film)|Ekskul]] yang menuai kontroversi, akibatnya kemenangan film ini dibatalkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) bernomor 06/KEP/BP2N/2007, tentang Pembatalan Piala Citra Utama untuk Film Terbaik dan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2006 itu ditanda-tangani oleh ketua BP2N, Deddy Mizwar.
 
Masyarakat Perfilman Indonesia (MFI) memprotes penyelenggaraan FFI 2006 ini disebabkan kemenangan Nayato Fionuala melalui filmnya [[Ekskul (film)|Ekskul]] yang menuai kontroversi, akibatnyaAkibatnya kemenangan film ini dibatalkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) bernomor 06/KEP/BP2N/2007, tentang Pembatalan Piala Citra Utama untuk Film Terbaik dan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2006 itu ditanda-tangani oleh ketua BP2N, [[Deddy Mizwar]].
 
Eksul sendiri mandapatkan penghargaan Film terbaik dan Sutradara terbaik.
Beberapa pertimbangan yang mendasari pembatalan kemenangan Ekskul dan Nayato antara lain karena adanya sejumlah polemik dipicu oleh tuduhan pelanggaran Hak Cipta atas penggunaan musik di dalam film tersebut, dan setelah mengkaji ulang dan komprehensif soal pelanggaran hak cipta, BP2N menganggap perlu mengambil tindakan terhadap EKSKUL dan Nayato. BP2N juga menetapkan untuk MENIADAKAN pemenang Piala Citra Utama untuk kategori Film Terbaik dan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik FFI 2006. SK ini ditetapkan pada tanggal 15 Juni 2007.<ref>[http://masyarakatfilmindonesia.wordpress.com/2007/06/22/bp2n-resmi-batalkan-kemenangan-ekskul-dan-nayato-di-ffi-2006/ BP2N Resmi Batalkan Kemenangan Film Ekskul]</ref>
 
5.904

suntingan