Bank sentral: Perbedaan antara revisi

395 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
==Sejarah bank sentral==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Kantoor van de Javasche Bank in Batavia TMnr 60047649.jpg|thumb|300px|Kantor Javasche Bank di Batavia (tahun 1930-an). Javasche Bank kemudian menjadi bank sentral [[Indonesia]] dengan nama [[Bank Indonesia]].]]
 
[[Berkas:Marriner_S._Eccles_Federal_Reserve_Board_Building.jpg|thumb|300px|[[Federal Reserve System]], adalah bank sentral [[Amerika Serikat|AS]].]]
 
Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan [[dagang|perdagangan suatu negara]]. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa [[uang]] yang memang memiliki [[nilai intrinsik]] yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa [[uang logam]] ([[emas]], [[perak]], [[perunggu]], dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 [[gram]] bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem [[barter]] langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban [[manusia]].
 
2.165

suntingan