Didong: Perbedaan revisi

138 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
k (pranala luar)
 
== Menurut Perkembangan ==
[[File:COLLECTIE TROPENMUSEUM Mannen dansen Didong een Gajo-dans TMnr 10004585.jpg|thumb|300px|Penari Didong di masa [[Hindia Belanda]]]]
Dalam perkembangannya, didong tidak hanya ditampilkan pada hari-hari besar [[agama]] [[Islam]], melainkan juga dalam upacara-upacara [[adat]] seperti perkawinan, khitanan, mendirikan rumah, panen raya, penyambutan tamu dan sebagainya. Para pe-didong dalam mementaskannya biasanya memilih tema yang sesuai dengan upacara yang diselenggarakan. Pada upacara perkawinan misalnya, akan disampaikan teka-teki yang berkisar pada aturan adat perkawinan. Dengan demikian, seorang pe-didong harus menguasai secara mendalam tentang seluk beluk adat perkawinan. Dengan cara demikian pengetahuan masyarakat tentang adat dapat terus terpelihara. Nilai-nilai yang hampir punah akan dicari kembali oleh para ceh untuk keperluan kesenian didong.
 
6.830

suntingan