Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 8 tahun yang lalu
* [[Klotho]], bertugas memintal benang kehidupan setiap manusia.
* [[Lakhesis]], bertugas mengukur benang kehidupan setiap manusia dengan tongkat pengukurnya.
* '''[[Atropos]]''' ({{lang-el|Ἄτροπος}}, "tak terubah", "tak terbelokkan", atau "tak terelakkan"),<ref>Bandingkan dengan dewi [[Adrasteia]], yang "tak terhindarkan".</ref> adalah dewi takdir yang bertugas menentukan kematian manusia. Dia mengatur bagaiamana manusia mati. Ketika waktunya tiba, dia menggunting benang kehidupan manusia dengan "guntung kebencian" miliknya.<ref>"Comes the blind Fury with th'abhorred shears, / And slits the thin spun life." [[John Milton]], [[Lycidas]], l. 75.</ref> Dalam mitologi Romawi, dia dikenal sebagai '''[[Morta]]''' (Kematian).
* [[Atropos]], bertugas memotong benang kehidupan setiap menusia dengan "gunting kebencian" miliknya. Dialah yang menentukan kapan dan bagaimana seseorang akan mati.
Para Moirai muncul tiga malam setelah kelahiran seorang bayi untuk menentukan takdir hidupnya. Ada banyak pendapat mengenai asal mereka, ada yang mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan [[Zeus]] dan [[Themis]] atau dewa-dewi awal seperti seperti [[Nyx]], [[Khaos]] atau [[Ananke]]. Para Moirae biasanya digambarkan sebagai sosok yang dingin, kejam dan tidak berperasaan, dan digambarkan sebagai perempuan tua. Para dewa pun tidak berani pada para Moirai. [[Zeus]] juga tunduk pada kekuasaan mereka. Meskipun tidak diketahui sejauh mana kekuasaan para Moirai terhadap takdir para dewa.
17.989

suntingan