Buka menu utama

Perubahan

195 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
'''Moirai''' ([[Bahasa Yunani]]: Μοῖραι) dalam [[mitologi Yunani]] adalah tiga orang dewi takdir. Mereka mengendalikan nasib setiap manusia sejak lahir hingga mati. Dalam [[mitologi Romawi]] dikenal sebagai [[Parkae]] atau Fata.
 
== Dalam mitologiAsal-usul ==
Pada masa yang lebih kuno, Moirai hanya berjumlah satu dewa. [[Homer]],<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xxiv.209)</ref> secara umum hanya menyebutkan Moira, yang menenun benang kehidupan manusia pada saat kelahiran mereka; dia adalah ''Moira Krataia'' "Moira yang kuasa"<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xvi.334)</ref> atau ada juga beberapa Moirai lainnya.<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xxiv.49)</ref> Dalam ''[[Odyssey]]''<ref>[[Homer]], ''[[Odyssey]]'' (vii.197)</ref> disebutkan tentang ''Klôthes'', atau Penenun. Di [[Delphi]], hanya Takdir Kelahiran dan Kematian yang disebutkan.<ref>Kerenyi 1951:32.</ref>
 
Sebuah teks [[Eteokreta]] dwibahasa<ref>Tulisan dari Delphinion di [[Dreros]], diterbitkan oleh Henri van Effenterre dalam ''Bulletin de Correspondance Hellénique'' '''70''' (1946:602f); tulisan aslinya telah lenyap: [http://www.carolandray.plus.com/Eteocretan/Dreros2.html on-line text].</ref> menunjukkan terjemahan Yunani Ομοσαι δαπερ Ενορκίοισι (''Omosai d-haper Enorkioisi'', "Namun semoga dia bersumpah mengenai hal ini pada Para Penjaga Sumpah"). Dalam [[bahasa Etokreta]], ini ditulis —<small>S|TUPRMĒRIĒIA</small>, dan <small>MĒRIĒIA</small> kemungkinan merujuk pada para dewa yang oleh orang Yunani kuno dikenal sebagai Moirai.
 
Berbagai versi dari Moirai juga ada di beberapa [[mitologi]] [[Eropa]] lainnya. Moirai kemungkinan berkaitan dengan [[Norns]], dewi takdir yang juga menenun, dari [[mitologi Nordik]] dan dewi [[Laima]] dari [[Baltik]] serta kedua saudarinya. Beberapa mitografer mengklaim bahwa Moirai adalah anak Zeus&mdash; hasil dari hubungan dengan [[Ananke]] ("keniscyaan") atau, menurut [[Hesiod]],<ref>Hesiod, ''Theogonia'', 904.</ref> dengan [[Themis]] atau [[Nix]]. Adanya pendapat bahwa Moirai memiliki ayah, menunjukkan bahwa orang Yunani kuno mau bertindak cukup jauh dengan mengubah mitos supaya lebih sesuai dengan tradisi [[Patrilineal]] (keturunan berasal dari ayah).<ref>"Zeus secara jelas telah mengasimilasi para dewi penenun ini, dan menjadikan mereka sebagai putri-putrinya. Meskipun itu hanya ada pada beberapa sumber, karena Zeus juga bahkan terikat oleh Takdir", jelas Ruck dan Staples (1994:57).</ref> Klaim patrilineal itu sendiri tidak diterima oleh [[Aiskhilos]], [[Herodotus|Herodotos]], atau [[Plato]].
 
Berbagai versi dari Moirai juga ada di beberapa [[mitologi]] [[Eropa]] lainnya. Moirai kemungkinan berkaitan dengan [[Norns]], dewi takdir yang juga menenun, dari [[mitologi Nordik]] dan dewi [[Laima]] dari [[Baltik]] serta kedua saudarinya.
 
== Pemujaan ==
PengantinDi [[Sparta]], kuil untuk Moirai berdiri di dekat perapian umum, seperti diamati oleh [[Pausanias (geografer)|Pausanias]].<ref>Pausanias, 3.11. 10-11.</ref> Sementara pengantin di [[Athena (kota)|Athena]] mempersembahkan ikat rambut mereka untuk Moirai dan para mempelai wanita bersumpah demi nama Moirai. Ini memunculkan dugaan bahwa Moirai pada awalnya adalah para dewi pernikahan sebelum dianggap sebagai dewi takdir.
 
== Mitologi ==
[[Berkas:The Three Fates.jpg|thumb|right|200px|Patung tiga Moirai di [[Dublin]], [[Irlandia]]]]
Tiga orang Moirai yaitu:
Para Moirai muncul tiga malam setelah kelahiran seorang bayi untuk menentukan takdir hidupnya. Ada banyak pendapat mengenai asal mereka, ada yang mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan [[Zeus]] dan [[Themis]] atau dewa-dewi awal seperti seperti [[Nyx]], [[Khaos]] atau [[Ananke]]. Para Moirae biasanya digambarkan sebagai sosok yang dingin, kejam dan tidak berperasaan, dan digambarkan sebagai perempuan tua. Para dewa pun tidak berani pada para Moirai. [[Zeus]] juga tunduk pada kekuasaan mereka. Meskipun tidak diketahui sejauh mana kekuasaan para Moirai terhadap takdir para dewa.
 
Pengantin di [[Athena (kota)|Athena]] mempersembahkan ikat rambut mereka untuk Moirai dan para mempelai wanita bersumpah demi nama Moirai. Ini memunculkan dugaan bahwa Moirai pada awalnya adalah para dewi pernikahan sebelum dianggap sebagai dewi takdir.
 
Pada masa yang lebih kuno, Moirai hanya berjumlah satu dewa. [[Homer]],<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xxiv.209)</ref> secara umum hanya menyebutkan Moira, yang menenun benang kehidupan manusia pada saat kelahiran mereka; dia adalah ''Moira Krataia'' "Moira yang kuasa"<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xvi.334)</ref> atau ada juga beberapa Moirai lainnya.<ref>[[Homer]], ''[[Iliad]]'' (xxiv.49)</ref> Dalam ''[[Odyssey]]''<ref>[[Homer]], ''[[Odyssey]]'' (vii.197)</ref> disebutkan tentang ''Klôthes'', atau Penenun. Di [[Delphi]], hanya Takdir Kelahiran dan Kematian yang disebutkan.<ref>Kerenyi 1951:32.</ref>
 
Sebuah teks [[Eteokreta]] dwibahasa<ref>Tulisan dari Delphinion di [[Dreros]], diterbitkan oleh Henri van Effenterre dalam ''Bulletin de Correspondance Hellénique'' '''70''' (1946:602f); tulisan aslinya telah lenyap: [http://www.carolandray.plus.com/Eteocretan/Dreros2.html on-line text].</ref> menunjukkan terjemahan Yunani Ομοσαι δαπερ Ενορκίοισι (''Omosai d-haper Enorkioisi'', "Namun semoga dia bersumpah mengenai hal ini pada Para Penjaga Sumpah"). Dalam [[bahasa Etokreta]], ini ditulis —<small>S|TUPRMĒRIĒIA</small>, dan <small>MĒRIĒIA</small> kemungkinan merujuk pada para dewa yang oleh orang Yunani kuno dikenal sebagai Moirai.
 
Berbagai versi dari Moirai juga ada di beberapa [[mitologi]] [[Eropa]] lainnya. Moirai kemungkinan berkaitan dengan [[Norns]], dewi takdir yang juga menenun, dari [[mitologi Nordik]] dan dewi [[Laima]] dari [[Baltik]] serta kedua saudarinya. Beberapa mitografer mengklaim bahwa Moirai adalah anak Zeus&mdash; hasil dari hubungan dengan [[Ananke]] ("keniscyaan") atau, menurut [[Hesiod]],<ref>Hesiod, ''Theogonia'', 904.</ref> dengan [[Themis]] atau [[Nix]]. Adanya pendapat bahwa Moirai memiliki ayah, menunjukkan bahwa orang Yunani kuno mau bertindak cukup jauh dengan mengubah mitos supaya lebih sesuai dengan tradisi [[Patrilineal]] (keturunan berasal dari ayah).<ref>"Zeus secara jelas telah mengasimilasi para dewi penenun ini, dan menjadikan mereka sebagai putri-putrinya. Meskipun itu hanya ada pada beberapa sumber, karena Zeus juga bahkan terikat oleh Takdir", jelas Ruck dan Staples (1994:57).</ref> Klaim patrilineal itu sendiri tidak diterima oleh [[Aiskhilos]], [[Herodotus|Herodotos]], atau [[Plato]].
 
== Catatan kaki ==
17.989

suntingan