Jujutsu: Perbedaan revisi

17 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot melakukan perubahan kosmetika)
Perguruan '''PORBIKAWA, JCI, IJI''' dan '''Take Sogo Budo''' telah mengembangkan berbagai teknik beladiri baru yang disesuaikan dengan bangsa Indonesia, misalnya dengan mengkombinasikan teknik-teknik dari beladiri lain kedalam silabusnya dan menciptakan teknik-teknik baru yang lebih sesuai dengan situasi pembelaan diri di Indonesia. Sehingga disebut sebagai perguruan yang '''independen''' dan '''tidak terikat dengan tradisi''' dari negara asal Jujutsu (Jepang).
 
Pendekatan yang berbeda diambil oleh '''Perguruan Goshinbudo Jujutsu Indonesia (GBI''') berafiliasi dengan '''JKF-Wadokai''' (beraliran [[Wado]]) dan '''Sekai Dentokan Renmei''' (beraliran Hakko-ryu) [http://www.dentokanhombu.com] sedangkan '''Samurai Jujutsu Indonesia (SJJI''') berafiliasi dengan '''KokusaiNinpo JujutsuBujinkan RenmeiIndonesia''' [http://wwwninjutsuindonesia.genbukanwordpress.orgcom]. Kedua perguruan diatas beraliran Jujutsu tradisional/murni, karena gerakannya didasarkan pada teknik-teknik Jujutsu Jepang '''sesuai aslinya''', tanpa perubahan atau inovasi lokal dari anggota-anggota yang ada di Indonesia. Di perguruan GBI misalnya, diajarkan waza (teknik) yang berasal dari Hakko-ryu Jujutsu, Wado-ryu dan Yoshin-ryu Jujutsu, Sedangkan di perguruan SJJI, diajarkan teknik dari Hontai Takagi Yoshin-ryu Jujutsu, Asayama Ichiden-ryu Jujutsu dan beberapa aliran lainnya. Karena itu kedua perguruan ini disebut sebagai '''Jujutsu tradisional''' atau ''"ortodoks"''.
 
Ciri khas Jujutsu tradisional antara lain adalah tidak memiliki format pertandingan/kompetisi, serta masih menjalin hubungan dengan hombu dojo (dojo induk) yang ada di negara asal Jujutsu, yaitu Jepang. Sedangkan Jujutsu modern (seperti Gracie Jiu-Jitsu dari [[Brazil]]) biasanya menekankan pada pertandingan/kompetisi dan sudah tidak memiliki hubungan keorganisasian dengan negara asalnya (Jepang).
34

suntingan