Takhta: Perbedaan revisi

5 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
k
 
==Etimologi==
Istilah ''takhta'' dalam [[bahasa Indonesia]] berasal dari pengaruh serapan dari [[bahasa Persia]] yang memiliki arti sama persis, yaitu kursi kebesaran penguasa. Istilah yang lebih awal dalam kebudayaan Indonesia purba adalah ''singgasana'' yang berasal dari bahasa [[sansekerta]]: ''sinhasana'' atau kursi [[singa]]. Singa adalah lambang kebesaran dan keagungan dalam kebudayaan [[Hindu]] dan [[Buddha]], sebagai contoh singgasana berukir singa lazim ditemukan dalam kesenian Jawa kuno abad ke-8, seperti di relief Borobudur dan Prambanan. Singgasana Buddha [[Wairocana]] di [[Candi Mendut]], serta singgasana [[Dewi Tara]] di [[Candi Kalasan]] berukir [[Makara]], [[Singa]], dan [[Gajah]].
 
== Daftar singgasana terkenal ==
11.036

suntingan