Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 9 tahun yang lalu
k
←Suntingan 118.96.208.164 (bicara) dikembalikan ke versi terakhir oleh TjBot
{{Paragraf pembuka}}
 
[[Brigadir Jenderal|Brigjen.]] Mustafa Sjarif '''Soepardjo''' berasal dari Divisi Siliwangi, yang kemudian dipertautkan dengan [[Mayor Jenderal|Mayjen.]] [[Soeharto]] pada satu garis komando. Ketika [[Operasi Dwikora]] Soepardjo menjabat sebagai Pangkopur-II yang memimpin Komando Tempur Dua di bawah KOLAGA melawan [[Malaysia]] di perbatasan Indonesia-Malaysia. Ia berkedudukan di [[Bengkayang]], [[Kalimantan Barat]]. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Panglima Komando Mandala Siaga (KOLAGA), [[Agustus]] [[1965]] Mayjen Soeharto disebut-sebut mengunjungi [[Kalimantan]] dan bertemu dengan Soepardjo.
 
Mayjen Soeharto, Brigjen Soepardjo, Letkol Untung Sjamsuri, dan Kolonel Latief sebelumnya telah saling mengenal. Mereka tergabung dalam kelompok Pathuk,
 
Menjelang [[30 September]], Brigjen Soepardjo terbang dari Kalimatan khusus ke [[Jakarta]] untuk ikut serta dalam gerakan [[September]] [[1965]] tersebut. Dia yang melaporkan penangkapan [[jenderal|jenderal-jenderal]] kepada [[Soekarno]]. Dia juga yang mendapat perintah Soekarno untuk menghentikan gerakan dan menghindari pertumpahan darah. Tengah hari [[1 Oktober]] [[1965]], Brigjen Soepardjo membawa amanat itu pulang ke Cenko II yang bertempat di rumah [[Sersan Udara]] [[Anis Suyatno]], kompleks [[Lubang Buaya]]. Perintah itu didiskusikan oleh para pimpinan pelaksana gerakan September 1965. Brigjen Soepardjo dan pasukan Diponegoro, terlibat pertempuran bersenjata melawan pasukan [[RPKAD]] yang menyerang mereka.