Pertanian intensif: Perbedaan revisi

166 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (bot Menambah: ca, da, es, eu, fi, fr, it, mn, nl, pa, pl, pt, tr, uk, zh)
Dalam [[ekonomi pertanian]], '''pertanian intensif''' adalah sistem pem[[budidaya]]an [[tanaman]] atau [[hewan]] yang menggunakan masukan (seperti tenaga kerja dan [[modal]]) dalam ukuran besar, relatif terhadap luas lahan. Hal ini dilakukan karena pertimbangan efisiensi lahan untuk meraih keuntungan yang besar.
 
Masukan besar diperlukan untuk aplikasi berbagai teknologi pertanian, seperti penggunaan [[pupuk]], [[pestisida]], [[kultivar|benih unggul]], mesin-mesin berefisiensi tinggi dan automatisasi dalam penanaman [[benih]]/[[bibit]], perawatan, pemanenan, dan pemrosesan produk pascapanen. Selain itu, [[irigasi]] juga dilakukan secara terkendali sehingga memerlukan [[investasi]] yang besar. Hasil usaha tani dengan pertanian intensif biasanya sangat tinggi karena didukung oleh teknologi yang didasarkan pada berbagai [[riset]] terlebih dahulu. [[Pertanian industrial]] biasanya akan menerapkan semua teknologi yang tersedia asalkan produksi memberikan keuntungan yang besar dan memenuhi target kuantitas dan standar kualitas produksi.
 
Suatu [[usaha tani]] dapat menerapkan sebagian atau seluruh teknologi tinggi yang tersedia untuk melaksanakan pertanian intensif. Sebagai contoh, paket teknologi yang dipakai dalam [[Revolusi Hijau]] untuk menggenjot produksi [[padi]] dan [[gandum]] di sejumlah negara memiliki sejumlah karakteristik pertanian intensif, tetapi tidak semuanya digunakan. Kebijakan yang diarahkan menuju pertanian intensif dikenal sebagai '''intensifikasi'''.
30.111

suntingan