Muhammad bin Harun al-Amin: Perbedaan revisi

k
Mengganti terpercaya dengan tepercaya. Ref: KBBI IV
k (bot:kosmetik perubahan)
k (Mengganti terpercaya dengan tepercaya. Ref: KBBI IV)
Segera setelah Harun meninggal pada [[809]] dan al-Amin dibai’at sebagai khalifah, al-Amin mengumumkan bahwa putranya akan mewarisi dari al-Ma'mun, menyebabkan perang saudara keempat. Lebih lanjut permusuhan di antara para saudara digelorakan oleh para ibu mereka masing-masing.
 
Al-Ma'mun, yang ibunya [[orang Persia]], menerima dukungan terutama dari [[Persia]], dan sebagai gubernur, pusat militer [[Khurasan]]. Memainkan dirinya sebagai juara kebebasan orang Persia, dataran tinggi Iran bersatu di belakangnya. Jenderalnya yang terpercayatepercaya, [[Tahir bin Husain]] (m. [[822]]) memimpin pasukannya ke Irak.
 
Al-Amin memohon ibunya Zubaidah, menengahi pergantian kekuasaan dan memperjuangkan maksudnya sebagaimana yang telah dilakukan [[Aisyah]] 2 abad sebelumnya. Zubaida menolak untuk melakukannya, dan al-Amin mengundurkan diri. Pada [[813]], Tahir mengambil [[Baghdad]], dan al-Amin dipenggal.
692.563

suntingan