Dalihan Na Tolu: Perbedaan revisi

18 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot melakukan perubahan kosmetika)
k
[[Berkas:Dalihan.jpg||right|150px]]
 
'''Dalihan Natolu''' berarti “tungku yang tiga/tiga tungku”, secara harfiah dapat diterjemahkan “tungku masak yang berkaki tiga ”ketiga tungku tersebut adalah:<ref name="Sitanggang">.J. P. Sitanggang, ''Raja Napogos'', (Jakarta: Penerbit Jala Permata Aksara, 2010.</ref> pertama, Somba Marhula-hula/semba/hormat kepada keluarga pihak [[Istri]].{{fact}} Kedua, Elek Marboru/sikap membujuk atau mengayomi wanita.{{fact}} Ketiga, Manat Mardongan Tubu/bersikap hati-hati kepada teman semarga. {{fact}}
 
== Latar Belakang Pemakaian Istilah “Dalihan Natolu” ==
Di [[Tapanuli]] telah diterbitkan Perda No. 10 tahun 1990 tentang Lembaga Adat Dalihan Natolu, yaitu suatu lembaga adat yang dibentuk Pemda Tingkat II, sebagai lembaga musyawarah yang mengikutsertakan para penatua adat yang benar-benar memahami, menguasai dan menghayati adat istiadat di lingkungannya. (Pasal 5 dan 8 Perda No. 10 Tahun 1990).<ref name="Aritonang"/>
 
[[Lembaga]] ini memiliki tugas untuk melaksanakan berbagai usaha/kegiatan dalam rangka menggali, memelihara, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah termasuk di dalamnya [[adat -istiadat]] dan kesenian untuk tujuan pembangunan dan sifatnya konsultatif terhadap pemerintah. (Pasal 6 Perda No. 10 Tahun 1990).<ref name="Panggabean">.H.P. Panggabean,''Pembinaan NilaiAdat Budaya Batak Dalihan Natolu'',(Jakarta: Dian Utama, 2007).</ref> Lembaga DalihanNatolu adalah lembaga permusyawaratan/pemufakatan adat Batak yang dibentuk berdasarkan peranan adat istiadat, [[kebudayaan]], [[kesenian]] daerah, [[gotong royong]] dan kekeluargaan.(Pasal 1 h Perda No. 10 Tahun 1990). Lembaga ini berkedudukan di tempat [[Desa]]/[[Kelurahan]]/[[Kecamatan]]dan tingkat [[Kabupaten]](Pasal 5 dan 7 Perda No. 10 Tahun 1990).<ref name="Panggabean"/>
 
Keanggotaan dan kepengurusan Lembaga Adat Dalihan Natolu adalah para Penatua Adat yang benar memahami, menguasai dan menghayati adat istiadat.{{fact}} Selain itu, jelas bahwa anggota dan pengurus harus setia dan taat kepada [[Pancasila]] dan [[Undang-undang Dasar 1945]] dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.<ref name="Panggabean"/>
447

suntingan