Bank sentral: Perbedaan antara revisi

3.235 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (bot Menambah: arz:بنك مركزى)
Tidak ada ringkasan suntingan
Di Indonesia, fungsi Bank Sentral diselenggarakan oleh [[Bank Indonesia]].
 
Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya antara lain namun tidak terbatas pada : base money (mencetak/menambah atau mengurangi jumlah uang), suku bunga, SBI, simpanan (giro) wajib minimum, dengan kemampuan yang dimilikinya untuk terus mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian, sembari terus memonitor dan mengontrol laju inflasi dan juga termasuk mengontorol nilai tukar terhadap mata uang asing melalui instrument cadangan devisa.
 
 
Sejarah Bank Sentral
 
Sejarah Bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan (bank = simpanan dengan kepercayaan/jaminan) untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa uang logam (emas, perak, perunggu, dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia.
 
Seiring dengan waktu dan terus berkembangnya perdagangan dan perekonomian, alat tukar berupa uang logam tersebut mulai menjadi keterbatasan karena memang ketersediaan sumber daya alam yang terbatas untuk mencetak jenis uang seperti itu, dan ini menghambat potensi untuk berkembang lebih besarnya lagi perekonomian suatu negara sementara jenis-jenis produk baru dan bentuk industri baru sangat potensial untuk muncul namun amat disayangkan jika aktivitas perdagangan dan perekonomian secara umum harus terhambat karena mengikuti kemampuan ketersediaan uang berupa logam yang sangat terbatas tersebut.
 
Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali dikenalkan melalui sistem penjaminan yang terdapat pada Bank, dimana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh si nasabah/masyarakat. Pada prakteknya dan perkembangannya masing-masing, bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya masing-masing dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil, dimana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut dengan si penyimpan mengambil kembali emasnya sebelum masa penyimpanan jatuh tempo yang ditentukan.
 
 
== Lihat pula ==
Pengguna anonim