Bahasa Sunda Brebes: Perbedaan revisi

281 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
== Fungsi ==
 
Penutur [[bahasa Sunda]] di [[Kabupaten Brebes]] selalu menggunakan bahsa[[bahasa Sunda]] sebagai alatbahasa komunikasipengantar sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat setempat. Di dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual beli di pasar, ceramah agama di [[masjid]], dan upacara adat (pernikahan, [[khitanan]], syukuran, sedekah bumi), [[bahasa Sunda]] selalu digunakan sebagai pengantarnyabahasa pengantar. Meskipun begitu, [[bahasa Sunda]] di [[Kabupaten Brebes]] hanya digunakan dalam ragam lisan, bukan dalam ragam tulis dan sampai satsaat ini bahasa tersebut masih diperliharadipelihara dengan baik oleh masyarakat penuturnya.
 
Kebiasaan yang menarik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kecamatan [[Losari, Brebes|Losari]], [[Banjarharjo, Brebes|Banjarharjo]], dan beberapa kecamatan di daerah [[Brebes]] selatan adalah adanya kecenderungan masyarakat dalam melakukan hampir seluruh aktivitasnya, seperti bersekolah, berobat, berbelanja, atau keperluan lain selalulebih kecenderung arahmelakukannya barat (ke Kecamatan [[Ciledug-Kab., Cirebon)daripada|Ciledug]], keyakni arahkecamatan utarayang ada di sebelah timur [[Kabupaten Cirebon]] daripada ke (ke kota kabupaten)[[Brebes]] itu sendiri. SelainHal ini disebabkan karena kesulitalebih mudahnya mendapatkan sarana transportasi barangkalike arah [[Ciledug, Cirebon|Ciledug]] daripada ke [[Brebes]] juga disebabkandipengaruhi oleh adanyafaktor rasamasyarakat yang sebahasa yang membawamenjadikan dampakmudahnya berkomunikasi dan psikologisikatan bagisatu pemakainyabahasa.
 
== Karakteristik ==