Bahasa Sunda Brebes: Perbedaan revisi

151 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
Perbedaan bahasa sunda brebes dengan bahasa sunda standar tampak menonjol pada intonasi dan beberapa kosakata, sedangkan dalam tataran frasa dan kalimat tidak terjadi perbedaan. Dalam tatara frasa , misalnya adalah
 
* ''mah bapa'' = rumah ayah
* ''peti suluh'' = peti kayu
* ''budak bandel'' = anak nakal
* ''hayang hees'' = ingin tidur
* ''ngakan kejo'' = makan nasi
* ''gede kacida'' = besar sekali
* ''jenuk budak'' =bnyak banyak anak.
 
Kalimat bahasa Sunda Brebes contohnya adalah;
 
* ''Misah lulus ujian nyaneh kudu di ajar'' = agar lulus ujian kamu harus belajar
* ''Iraha nyaneh mangkat'' = kapan kamu pergi
* ''Naha nyaneh telat'' =mengpa mengapa ia terlambat?
* ''Mih, balik ti pasar'' = ibu pulang dari pasar
* ''Kakak geus indit=kakak sudah pergi''
 
Yang menarik adalah sebagain kosakata bahsa Sunda standar yang termasuk kosakata netral (tidak kasar dan juga tidak halus) di dalam bahsa Sunda Brebes selalu diaggap lebih halus. Misalnya, frasa;
 
* ''Hayang sare'' = ingin tidur
* ''dahar sangu'' = makan nasi
Di dalam bahsa Sunda Standar dianggap halus, padahal di dalam bahsa Sunda Brebes kedua frasa itu tidak bermakna halus. Frasa ygn bermakna ingin tidur dan makan nasi di dalam bahsa Sunda Brebes adalah hayang hees dan ngakan kejo.
 
1.079

suntingan