Badai Pasti Berlalu: Perbedaan revisi

6 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
k
Bot melakukan perubahan kosmetika
k (Bot: perubahan kosmetika !)
k (Bot melakukan perubahan kosmetika)
 
== Sinopsis ==
Dikisahkan Siska mengalami [[patah hati]]. [[Tunangan]]nya membatalkan [[perkawinan]] mereka dan menikah dengan gadis lain yang adalah sahabatnya sendiri. Yang lebih menyakitkan, sahabatnya sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Kehilangan semangat hidup, Siska akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai guru dan hidup menyendiri di vila keluarganya. Leo, teman karib kakak Siska, Johnny, kemudian mendekati Siska. Leo sebenarnya dikenal sebagai seorang ''[[Don Juan]]'', dia mempunyai motif tersembunyi dalam mendekati Siska yaitu untuk memenangkan taruhan dengan teman-temannya. Jika Leo berhasil mendekati Siska yang dikenal sebagai gunung es, maka Leo akan mendapat sejumlah uang.
 
Dengan hati yang tulus Leo berupaya untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan sebuah gunung es. Tetapi begitu mengetahui motif di balik pendekatan Leo, Siska memutuskannya, padahal saat itu mereka baru bertunangan dan Leo benar-benar sudah tulus mencintai Siska.
 
== Film layar lebar ==
Novel ''Badai Pasti Berlalu'' merupakan salah satu karya terbaik dari [[Marga T]]. Novel ini pernah diangkat ke layar lebar yang di[[sutradarai]] oleh [[Teguh Karya]] pada tahun [[1977]] dan menjadi sebuah [[film]] yang sangat sukses. Dengan dibintangi bintang-bintang muda saat itu yang sekarang telah menjadi bintang film terkenal di Indonesia seperti [[Christine Hakim]], [[Roy Marten]], [[Slamet Rahardjo]], dan [[Mieke Widjaja]]. Versi [[daur ulang]] tahun [[2007]] dari film tersebut disutradarai oleh [[Teddy Soeriaatmadja]] dan dibintangi oleh [[Vino Bastian]] dan [[Raihaanun]].
 
Kepopuleran ''Badai Pasti Berlalu'' tidak hanya berhenti di film, karena bahkan [[album lagu tema]] yang dibawakan oleh [[Chrisye]], seorang [[penyanyi]] legendaris Indonesia pun menjadi sangat terkenal. Album lagu tema tersebut dirilis pada tahun [[1977]], dengan arahan [[Eros Djarot]] dan permainan musik dari [[musisi]] terkenal [[Indonesia]] [[Yockie Soerjoprajogo]] yang masih sangat muda saat itu. Album tersebut pada tahun [[2007]] mendapatkan peringkat pertama dalam daftar [[150 Album Indonesia Terbaik Majalah Rolling Stone|150 Album Indonesia Terbaik]] versi [[Majalah]] [[Rolling Stone]] Indonesia.
 
== Pranala luar ==
639.597

suntingan