Buka menu utama

Perubahan

15 bita dihapus ,  9 tahun yang lalu
k
Bot melakukan perubahan kosmetika
footnotes = |
}}
'''Sarnath''' (atau disebut juga '''Mrigadava, Migadāya, Rishipattana, Isipatana)''' adalah taman rusa tempat [[Buddha]] pertama kali mengajarkan [[Dharma|Dharma,]] dan di mana Buddha [[Sangha]] muncul pertama kali melalui pencerahan [[Kondanna|Kondanna.]] Sarnath terletak 13 kilometer sebelah timur laut [[Varanasi|Varanasi,]] di [[Maharashtra|Uttar Pradesh,]] [[India|India.]] Singhpur, sebuah desa yang berjarak satu km jauhnya dari situs, merupakan tempat kelahiran [[Shreyansanath|Shreyansanath,]] [[Jain]] [[Tirthankar]] kesebelas jaman sekarang (Avasarpini), dan sebuah kuil yang didedikasikan untuk beliau adalah tempat ziarah penting bagi pemeluk Jain.
 
 
 
== Asal nama ==
'''Mrigadava''' berarti "taman rusa". '''Isipatana''' adalah nama yang digunakan dalam kitab [[Pali|bahasa Pali ,]] dan memiliki arti "tempat di mana orang-orang suci berada" (Pali: ''isi,'' Sansekerta: ''Resi)'' jatuh ke bumi.
 
 
 
 
''Sarnath,'' dari ''Saranganath,'' berarti "Pemimpin dari Rusa" dan berkaitan dengan cerita Buddhis kuno lainnya di mana [[Bodhisattva]] terlahir sebagai rusa dan memberikan hidupnya untuk seorang raja menggantikan seekor rusa betina yang rencananya akan dibunuh. Raja begitu tergugah sehngga ia menciptakan taman sebagai tempat perlindungan bagi rusa. Taman tersebut masih ada hingga saat ini.
 
 
 
 
Setelah mencapai Pencerahan, [[Buddha|Buddha,]] meninggalkan [[Uruvela|Uruvela,]] dan pergi menuju Isipatana untuk menemui para pertapa Pañcavaggiya dan mengajar mereka. Ia pergi menemui mereka karena, dengan menggunakan kekuatan spiritualNya, Ia telah melihat bahwa kelima mantan sahabatnya akan mampu memahami Dharma dengan cepat. Dalam perjalanan menuju Sarnath, Buddha Gautama harus menyeberangi Sungai Gangga. Tidak punya uang untuk membayar tukang perahu, Ia menyeberangi [[Gangga|Sungai Gangga]] melalui udara (terbang). Ketika Raja [[Bimbisara]] mendengar hal ini, ia menghapuskan biaya perjalanan bagi para [[pertapa]]. Ketika Buddha Gautama menemukan lima mantan sahabatnya, Ia mengajar mereka, mereka mengerti dan sebagai akibatnya mereka juga menjadi Yang Tercerahkan. Pada saat itu [[Sangha|Sangha,]] komunitas yang Tercerahkan, didirikan. Khotbah yang diberikan Buddha kepada lima pertama tersebut merupakan khotbah pertama, yang disebut [[Dhammacakkappavattana Sutta|Dhammacakkappavattana Sutta.]] Khotbah itu diberikan pada hari bulan purnama di bulan [[Asalha|Asalha.]] <ref> Vin.i.10f.; Pada kesempatan ini dari 80 koti dewa Brahma dan tak terhitung mencapai pemahaman kebenaran (Mil.30); (130 koti kata Mil.350). The Lal. (528) memberikan rincian tentang tahap-tahap perjalanan ini</ref> Buddha kemudian juga menghabiskan [[vassa|musim hujan]] pertamaNya di Sarnath <ref> Bua., P.3</ref> di ''[[Mulagandhakuti|Mulagandhakuti.]]'' Sangha telah berjumlah 60 bhiksu (setelah [[Yasa]] dan teman-temannya telah menjadi bhiksu), Buddha mengutus mereka menuju segala penjuru dunia untuk bepergian sendiri dan mengajarkan Dharma. Hal ini menandakan misionaris pertama di dunia telah dimulai.Keenam puluh bhiksu tersebut adalah [[Arahat]].
 
 
Sebagian besar bangunan kuno dan struktur di Sarnath rusak atau hancur oleh Muslim Turki. Namun, di antara puing-puing dapat dibedakan:
 
* The '''[[Dhamek Stupa|Dhamek Stupa;]]''' sebuah situs yang mengesankan dengan tinggi 128 meter dan diameter 93 meter.
* The '''Dharmarajika Stupa''' adalah salah satu dari beberapa stupa [[Asoka|pra-Ashokan]] yang tersisa, meskipun hanya bagian dasar yang tersisa. Bagian lain dari Stupa Dharmarajika dipindahkan ke Varanasi untuk digunakan sebagai bahan bangunan pada abad ke-18. Pada saat itu, relik ditemukan di dalam Stupa Dharmarajika. Relik-relik ini kemudian dibuang ke sungai Gangga.
* The '''[[Chaukhandi Stupa]]''' memperingati tempat Sang Buddha bertemu dengan murid pertama, pada abad kelima atau lebih awal ditambahkan sebuah menara oktagonal [[Islam]]. Dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami pemulihan.
* Reruntuhan '''vihara Mulagandhakuti''' menandai tempat di mana Buddha menghabiskan musim hujan pertama.
* Vihara Mulagandhakuti modern adalah sebuah vihara yang dibangun pada tahun 1930 oleh Sri Lanka [[Mahabodhi Society|Mahabodhi Society,]] dengan lukisan dinding yang indah. Di baliknya terdapat Taman Rusa (di mana rusa masih terlihat).
* Pilar '''[[Pilar Asoka|Asoka]]''' didirikan di sini, awalnya dengan ornamen [[Lion Ibukota Asoka|"Singa Asoka"]] (saat ini dipajang di [[Sarnath Museum|Museum Sarnath),]] yang rusak selama invasi Turki tetapi dasarnya masih berdiri di lokasi asli.
* Museum arkeologi'''[[Sarnath Museum|Sarnath]]''' menjadi kediaman untuk pilar Singa Ashoka yang terkenal, yang secara ajaib selamat setelah jatuh dari ketinggian 45-kaki ke tanah (dari bagian atas Pilar Ashoka ), dan saat ini menjadi [[Lambang India|Lambang Nasional India]] dan simbol nasional pada [[Indian flag|bendera India.]] Museum ini juga menjadi kediaman untuk patung Buddha dalam postur Dharmachakra yang terkenal.
* Ada juga sebuah pohon Bodhi yang ditanam oleh [[Anagarika Dharmapala]] yang tumbuh dari cangkokan [[Pohon bodhi|Pohon Bodhi]] di [[Bodh Gaya|Bodh Gaya.]]
 
619.870

suntingan