Buka menu utama

Perubahan

43 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
Nukleosintesis eksplosif
[[Proses rp]] melibatkan penyerapan cepat [[proton]] bebas juga neutron, tetapi perannya kurang begitu pasti.
 
Nukleosintesis eksplosif terjadi terlalu cepat untuk peluruhan radioaktif untuk menaikkan jumlah neutron, sehingga ada banyak kelimpahan isotop yang sama jumlah proton dan neutronnya disintesis oleh [[proses alfa]] untuk menghasilkan nuklida-nuklida yang mengandung seluruh bilangan inti atom helium, sampai 16 (mewakili <sup>64</sup>Ge). Nuklida-nuklida itu stabil hingga <sup>40</sup>Ca (terbuat dari 10 inti atom helium), tetapi inti yang lebih berat dengan jumlah proton dan neutron yang sama adalah radioaktif. Bagaimanapun, proses alfa berlanjut untuk memengaruhi penciptaan [[isobar]] nuklida-nuklida ini, sekurang-kurangnya termasuk nuklida radioaktif <sup>44</sup>Ti , <sup>48</sup>Cr, <sup>52</sup>Fe, <sup>56</sup>Ni, <sup>60</sup>Zn, dan <sup>64</sup>Ge, yang sebagian besar di antaranya (memelihara <sup>44</sup>Ti dan <sup>60</sup>Zn) diciptakan di dalam kelimpahan itu karena meluruh setelah ledakan untuk menciptakan isotop stabil yang paling melimpah dari unsur-unsur yang berpadanan pada tiap-tiap bobot atom. Dengan demikian, isotop-isotop berpadanan yang paling banyak ditemui (melimpah) dari unsur-unsur yang dihasilkan menurut cara ini adalah <sup>48</sup>Ti, <sup>52</sup>Cr, <sup>56</sup>Fe, dan <sup>64</sup>Zn. Banyak peluruhan itu diiringi oleh pelepasan deretangaris-garis sinar-gama yang mampu mengenali isotop yang baru saja tercipta pada saat ledakan terjadi.
<!--
The most convincing proof of explosive nucleosynthesis in supernovae occurred in 1987 when gamma-ray lines were detected emerging from supernova 1987A. Gamma ray lines identifying <sup>56</sup>Co and <sup>57</sup>Co , whose radioactive halflives limit their age to about a year, proved that <sup>56</sup>Fe and <sup>57</sup>Fe were created by radioactive parents. This nuclear astronomy was predicted in 1969 <ref>{{cite journal | author=D. D. Clayton, S.A. Colgate, G.J. Fishman | title = Gamma ray lines from young supernova remnants | journal=The Astrophysical Journal | volume=155 | year=1969 | pages=75–82 | doi = 10.1086/149849+}}</ref> as a way to confirm explosive nucleosynthesis of the elements, and that prediction played an important role in the planning for NASA's successful Compton Gamma-Ray Observatory.
 
TheBukti mostyang convincingpaling proofmeyakinkan ofdari explosivenukleosintesis nucleosynthesiseksplosif indi supernovaedalam occurredsupernova inditemukan pada tahun 1987 whenketika gammagaris-raygaris linessinar-gama wereterdeteksi detectedmuncul emerging fromdari supernova 1987A. GammaGaris-garis raysinar linesgama identifyingmengenali <sup>56</sup>Co anddan <sup>57</sup>Co , whoseyang radioactivelimit halflives[[waktu limitparo]] theirradioaktif agemereka toadalah aboutsatu a yeartahun, provedterbukti thatbahwa <sup>56</sup>Fe anddan <sup>57</sup>Fe dihasilkan wereoleh created by radioactiveinduk-induk parentsradioaktif. ThisAstronomi nuclearnuklir astronomyini wasdiduga predictedpada intahun 1969 <ref>{{cite journal | author=D. D. Clayton, S.A. Colgate, G.J. Fishman | title = Gamma ray lines from young supernova remnants | journal=The Astrophysical Journal | volume=155 | year=1969 | pages=75–82 | doi = 10.1086/149849+}}</ref> assebagai asuatu waycara tountuk confirmmengonfirmasi explosivenukleosintesis nucleosynthesiseksplosif ofpada the elementsunsur, anddan thatdugaan predictionitu playedmemainkan anperan importantpenting roledi indalam theperencanaan planninguntuk forObservatorium NASA's successfulSinar-Gama Compton Gamma-Raymilik ObservatoryNASA.
<!--
Other proofs of explosive nucleosynthesis are found within the stardust grains that condensed within the interiors of supernovae as they expanded and cooled. Stardust grains are one component of [[cosmic dust]]. In particular, radioactive <sup>44</sup>Ti was measured to be very abundant within supernova stardust grains at the time they condensed during the supernova expansion <ref>{{cite journal | author=D. D. Clayton, L. R.Nittler| title = Astrophysics with Presolar stardust | journal=Annual Reviews of Astronomy and Astrophysics | volume=42 | year=2004 | pages=39–78 | doi = 10.1146/annurev.astro.42.053102.134022+}}</ref>, confirming a 1975 prediction for identifying supernova stardust. Other unusual isotopic ratios within these grains reveal many specific aspects of explosive nucleosynthesis.
-->
14.147

suntingan