Buka menu utama

Perubahan

115 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
Nukleosintesis eksplosif
 
[[Proses rp]] melibatkan penyerapan cepat [[proton]] bebas juga neutron, tetapi perannya kurang begitu pasti.
<!--
Explosive nucleosynthesis occurs too rapidly for radioactive decay to increase the number of neutrons, so that many abundant isotopes having equal even numbers of protons and neutrons are synthesized by the [[alpha process]] to produce nuclides which consist of whole numbers of helium nuclei, up to 16 (representing <sup>64</sup>Ge). Such nuclides are stable up to <sup>40</sup>Ca (made of 10 helium nuclei), but heavier nuclei with equal numbers of protons and neutrons are radioactive. However, the alpha process continues to influence production of [[isobar]]s of these nuclides, including at least the radioactive nuclides <sup>44</sup>Ti , <sup>48</sup>Cr , <sup>52</sup>Fe , <sup>56</sup>Ni , <sup>60</sup>Zn, and <sup>64</sup>Ge, most of which (save <sup>44</sup>Ti and <sup>60</sup>Zn) are created in such abundance as to decay after the explosion to create the most abundant stable isotope of the corresponding element at each atomic weight. Thus, the corresponding most common (abundant) isotopes of elements produced in this way are <sup>48</sup>Ti , <sup>52</sup>Cr , <sup>56</sup>Fe , and <sup>64</sup>Zn. Many such decays are accompanied by emission of gamma-ray lines capable of identifying the isotope that has just been created in the explosion.
 
Nukleosintesis eksplosif terjadi terlalu cepat untuk peluruhan radioaktif untuk menaikkan jumlah neutron, sehingga ada banyak kelimpahan isotop yang sama jumlah proton dan neutronnya disintesis oleh [[proses alfa]] untuk menghasilkan nuklida-nuklida yang mengandung seluruh bilangan inti atom helium, sampai 16 (mewakili <sup>64</sup>Ge). Nuklida-nuklida itu stabil hingga <sup>40</sup>Ca (terbuat dari 10 inti atom helium), tetapi inti yang lebih berat dengan jumlah proton dan neutron yang sama adalah radioaktif. Bagaimanapun, proses alfa berlanjut untuk memengaruhi penciptaan [[isobar]] nuklida-nuklida ini, sekurang-kurangnya termasuk nuklida radioaktif <sup>44</sup>Ti , <sup>48</sup>Cr, <sup>52</sup>Fe, <sup>56</sup>Ni, <sup>60</sup>Zn, dan <sup>64</sup>Ge, yang sebagian besar di antaranya (memelihara <sup>44</sup>Ti dan <sup>60</sup>Zn) diciptakan di dalam kelimpahan itu karena meluruh setelah ledakan untuk menciptakan isotop stabil yang paling melimpah dari unsur-unsur yang berpadanan pada tiap-tiap bobot atom. Dengan demikian, isotop-isotop berpadanan yang paling banyak ditemui (melimpah) dari unsur-unsur yang dihasilkan menurut cara ini adalah <sup>48</sup>Ti, <sup>52</sup>Cr, <sup>56</sup>Fe, dan <sup>64</sup>Zn. Banyak peluruhan itu diiringi oleh pelepasan deretan sinar-gama yang mampu mengenali isotop yang baru saja tercipta pada saat ledakan terjadi.
<!--
The most convincing proof of explosive nucleosynthesis in supernovae occurred in 1987 when gamma-ray lines were detected emerging from supernova 1987A. Gamma ray lines identifying <sup>56</sup>Co and <sup>57</sup>Co , whose radioactive halflives limit their age to about a year, proved that <sup>56</sup>Fe and <sup>57</sup>Fe were created by radioactive parents. This nuclear astronomy was predicted in 1969 <ref>{{cite journal | author=D. D. Clayton, S.A. Colgate, G.J. Fishman | title = Gamma ray lines from young supernova remnants | journal=The Astrophysical Journal | volume=155 | year=1969 | pages=75–82 | doi = 10.1086/149849+}}</ref> as a way to confirm explosive nucleosynthesis of the elements, and that prediction played an important role in the planning for NASA's successful Compton Gamma-Ray Observatory.
 
14.136

suntingan