Ilmu ekonomi politik: Perbedaan revisi

490 bita dihapus ,  10 tahun yang lalu
fix
(mematikan definisi ekonomi saja dan politik saja - fokus pada artikel)
(fix)
{[{rapikan}}
 
'''Ilmu Ekonomi Politik''' adalah bagian dari ilmu sosial yang berbasis pada dua subdisiplin ilmu, yakni politik dan ekonomi.
Pembelajaran ilmu bersifat interdisiplin,dimana ilmu ini terdiri atas gabungan dua disiplin ilmu dan dapat digunakan untuk menganalisis ilmu sosial lainnya dengan isu-isu yang relevan dengan isu ekonomi politik. Ilmu ini berkembang dari ilmu [[filsafat]].<ref name="Didik"> Rachbini, Didick J. 2002. Ekonomi Politik: Paradigma dan Teori Pilihan Publik. Jakarta. Penerbit Ghalia Indonesia.</ref>. Kedua ilmu ini awalnya [[terintegrasi]] dalam ruang lingkup ilmu kemanusiaan ([[humaniora]]).
 
Relevansi antara ilmu ekonomi dan politik terdapat pada pilihan dan keuntungan. Dalam penggunaannya secara tradisional, istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild, 1989). Sedangkan, studi ekonomi politik dinyatakan sebagai [[analisis ekonomi]] (ilmu ekonomi) atas suatu negara bangsa (A Dictionary of Economics and Commers, 1966). Kemudian fokus dari studi ekonomi politik itu sendiri – dari mulai fenomena-fenomena ekonomi secara umum [[bergulir]] menjadi lebih spesifik ; yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.
Dalam hal ini, terdapat relevansi antara ilmu ekonomi dan politik. Ilmu ekonomi membahas aspek manusia dengan institusi ekonominya seperti, institusi pasar, aspek konsumsi dan poduksi, investasi, perdagangan keuangan yang kesemua itu bermuara pasar. Sedangkan ilmu politik, membahas fokus kajian tentang kekuasaan , pemerintahan dimana dalam ilmu politik hanya membahas hubungan kekuatan-kekuatan politik dalam bentuk kekuasaan dari institusi-institusi yang ada. Relevansi antara ilmu politik dan ekonomi adalah sama-sama mendasarkan diri pada pilihan dan keuntungan.
 
Dalam penggunaannya secara tradisional, istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild, 1989). Sedangkan, studi ekonomi politik dinyatakan sebagai [[analisis ekonomi]] (ilmu ekonomi) atas suatu negara bangsa (A Dictionary of Economics and Commers, 1966). Kemudian fokus dari studi ekonomi politik itu sendiri – dari mulai fenomena-fenomena ekonomi secara umum [[bergulir]] menjadi lebih spesifik ; yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.
 
Fenomena kekuasaan (politik) yang memaksa karena mereka (ekonomi) mendasarkan pada [[aksioma]] individu dan pilihan bebas. Demikian pula, ilmu politik yang tidak mudah untuk menerima prosedur-prosedur [[deduktif]] (umum-khusus) ekonomi, yang tampaknya bersikeras untuk mengeksplorasi sebuah dunia [[imajiner]] dengan [[rasionalitas]] tanpa hambatan, karena dunia ini teramati secara empiris yang penuh dengan konflik, kesalahpahaman, dan pemaksaan. Adanya kelemahan instrumental ini menyebabkan banyak kalangan ilmuwan dari kedua belah pihak – berusaha untuk mempertemukan titik temunya, sehingga para ilmuwan ini berusaha untuk mencoba mengkaji hal ini dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dalam ekonomi politik.<ref>Martin Staniland. Apakah Ekonomi Politik Itu? Sebuah Studi Teori Sosial dan Kelatarbelakangan. , terj (Jakarta : Rajawali, 2003)</ref>
11.454

suntingan