Batara Kala: Perbedaan revisi

27 bita dihapus ,  15 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Ketika [[Batara Guru]] dan istrinya, [[Dewi Uma]] terbang menjelajah dunia dengan mengendarai [[Lembu Andini]], dalam perjalanannya karena terlena maka Batara Guru bersenggama dengan istrinya di atas kendaraan suci Lembu Andini, sehingga Dewi Uma hamil. Ketika pulang dan sampai di kahyangan Batara Guru kaget dan tersadar atas tindakannya melanggar larangan itu. Seketika itu Batara Guru marah pada dirinya dan Dewi Uma, dia menyumpah-nyumpah bahwa tindakan yang dilakukannya seperti perbuatan "Buto" (bangsa raksasa). Karena semua perkataannya ''mandi''(bahasa indonesianya : cepat menjadi kenyataan) maka seketika itu juga Dewi Uma yang sedang mengandung menjadi raksasa. Batara Guru kemudian mengusirnya dari kahyangan [[Jonggringsalaka]] dan menempati kawasan kahyangan baru yang disebut [[Gondomayit]]. Hingga pada akhirnya Dewi Uma yang berubah raksasa itu terkenal dengan sebutan [[Batari Durga]]. Setelah itu ia melahirkan anaknya, yang ternyata juga berwujud raksasa dan diberi nama Kala. Namun pada perkembangan selanjutnya Batara Kala justru menjadi suami Batari Durga, karena memang di dunia raksasa tidak mengenal norma-norma perkawinan. Batara Kala dan Batari Durga selalu membuat onar marcapada (bumi) karena ingin membalas dendam pada para dewa pimpinan Batara Guru.
 
'''Teks ini akan dicetak tebal'''(Tambahan: disadur dari www.Merbabu.com )'''
BATARA KALA
 
Pengguna anonim