Candi Jago: Perbedaan antara revisi

6 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
k
Bot: perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: perubahan kosmetika)
Pada candi inilah [[Adityawarman]] kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada [[Prasasti Manjusri]]. Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214.
[[Berkas:Statue of Manjusri in Java.jpg|thumb|left|200px|Arca Mañjuçrī yang dipersembahkan Adityawaraman untuk diletakan di Candi Jago]]
== Struktur Candi Jago ==
Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Secara pasti bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bahwa bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda.
 
Hiasan pada badan Candi Jago tidak sebanyak pada kakinya. Yang terlihat pada badan adalah relief adegan Kalayawana, yang ada hubungannya dengan cerita Kresnayana. Relief ini berkisah tentang peperangan antara raja Kalayawana dengan Kresna. Sedangkan pada bagian atap candi yang dikirakan dulu dibuat dari atap kayu/ijuk, sekarang sudah tidak ada bekasnya.
 
== Asal Usul ==
Candi ini mula-mula didirikan atas perintah raja [[Kertanagara]] untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Dan kemudian Adityawarman mendirikan candi tambahan dan menempatkan Arca Manjusri<ref>Brandes, J.L.A., (1904), ''Beschrijving van de ruïne bij de desa Toempang, genaamd Tjandi Djago in de Residentie Pasoeroean'', 's-Gravenhage-Batavia, Nijhoff/Albrecht.</ref>.
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
692.563

suntingan